Yamaha

Garut Gunakan Anggaran Tak Terduga Bantu Korban Tanah Retak

  Senin, 04 November 2019   Fira Nursyabani
Warga menunjukan kondisi retakan tanah di Kampung Sukasari, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (30/10/2019). (ANTARA News/Feri Purnama)

GARUT, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menyiapkan dana untuk membantu warga yang terkena dampak bencana tanah retak di Kecamatan Cikajang.

AYO BACA : Iuran BPJS Kesehatan Naik, Pemkab Garut Siapkan Rp35 Miliar

Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan bahwa pemkab bisa menggunakan alokasi anggaran untuk belanja tak terduga (BTT) tahun 2019 untuk mendukung penanggulangan bencana alam tersebut.

AYO BACA : BBKSDA Identifikasi Dampak Karhutla di Gunung Guntur Garut

"Bisa juga digunakan untuk korban di sana (Cikajang), bisa juga digunakan," kata Rudy Gunawan kepada wartawan di Garut, Senin (4/11/2019).

Pemerintah Kabupaten Garut, menurut dia, masih punya sisa anggaran BTT sebesar Rp23 miliar yang dapat digunakan untuk penanggulangan bencana alam. "Sisanya banyak karena memang saat ini tidak ada bencana besar, karena kemarau panjang," katanya.

Ia menyampaikan, Pemkab Garut sebelumnya menggunakan sebagian dana dalam anggaran BTT untuk penanganan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Dana yang dikeluarkan untuk keperluan tanggap darurat bencana kekeringan pada musim kemarau, menurut dia, sebesar Rp1,5 miliar.

"Kami juga dari Pemkab Garut menyumbangkan Rp200 juta untuk Kota Ambon, untuk pembangunan madrasah di daerah pegunungan," katanya mengenai dukungan Garut bagi upaya penanganan dampak bencana Ambon.

Kalau anggaran BTT tidak habis sampai akhir tahun, maka akan dimasukkan ke sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan (Silpa). "Kalau tidak habis tahun sekarang akan Silpa, tapi nanti tahun berikutnya akan disiapkan lagi," katanya.

AYO BACA : PMR Garut Ciptakan Replika Pendeteksi Banjir dan Longsor

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar