Yamaha

Bupati Bandung Raih Ecovillage Award 2019

  Minggu, 03 November 2019   Fira Nursyabani
Sekda Kabupaten Bandung Teddy Kusdiana menerima Ecovillage Award 2019 dari Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Kamis (31/10/2019). (Dok. Humas Pemkab Bandung)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Bupati Bandung Dadang M. Naser menerima penghargaan Ecovillage Award 2019. Dadang dinilai berhasil dalam menciptakan Desa Berbudaya Lingkungan, yaitu melalui Program Kampung Saber (Sabilulungan Bersih).

Penghargaan diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Teddy Kusdiana dari Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum, di sela-sela peringatan Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia Tahun 2019 di Kawasan Waduk Jatiluhur Kabupaten Purwakarta, Kamis (31/10/2019).

Sekda Teddy Kusdiana mengungkapkan, Program Ecovillage di Kabupaten Bandung sudah berjalan selama tiga tahun. Tidak hanya perangkat daerah yang berperan, ucapnya, penanganan masalah sampah juga memberdayakan masyarakat setempat.

“Melalui pembentukan 75 kampung saber (sabilulungan bersih), kami melibatkan komunitas peduli lingkungan untuk menangani masalah sampah. Semoga penghargaan ini bisa menjadi motivasi, baik bagi jajaran pemerintah maupun masyarakat, agar tetap konsisten berkontribusi menangani persoalan sampah di Kabupaten Bandung,” harap Teddy.

Program Ecovillage di Kabupaten Bandung, jelas dia, dilanjutkan melalui Kampung Saber pada 75 desa/kelurahan. Program Kampung Saber memiliki 3 indikator utama, yaitu tersusunnya peraturan desa (perdes) terkait pengelolaan lingkungan, tersusunnya rencana aksi, dan terbentuknya kampung percontohan.

Pada kesempatan yang sama, Kabupaten Bandung juga meraih enam penghargaan sekaligus untuk kategori Program Kampung Iklim (ProKlim), jumlah terbanyak di antara kabupaten/kota lainnya di Jabar.

ProKlim merupakan program yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Program tersebut bertujuan meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain, dalam melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Teddy menyebutkan keenam kampung peraih proklim terbaik, antara lain Proklim Dusun 1 Desa Cibodas Kecamatan Pasirjambu, Dusun 2 Desa Sukamaju Kecamatan Cimaung, RW 8 Desa Bandasari Kecamatan Cangkuang, dan Proklim RW 5 Desa Nagrog Kecamatan Cicalengka.

“Sementara dua proklim lainnya berasal dari Kecamatan Ciwidey yaitu RW 21 Desa Ciwidey dan RW 15 Desa Lebakmuncang. Mudah-mudahan raihan ini bisa menjadi pelecut bagi warga kampung lainnya, untuk bisa terlibat,” ungkapnya.

Sementara itu Wagub Uu Ruzhanul Ulum mengungkapkan, Peringatan Hari Habitat Sedunia bertujuan merefleksikan keadaan suatu daerah, dan pemenuhan hak dasar untuk memiliki tempat tinggal yang memadai. 

Manusia dalam aktivitasnya sudah pasti akan menghasilkan sampah. Oleh karena itu, lanjutnya, pengelolaan lingkungan harus menjadi tanggungjawab bersama. Bahkan dia berharap, para tokoh agama dapat berperan besar dalam persoalan tersebut

“Sampah adalah masalah kita semua, bukan hanya masalah pemerintah atau kelompok tertentu. Semoga apresiasi ini bisa terus memotivasi pemda (pemerintah daerah), untuk meningkatkan kebersamaan dalam menyelesaikan persoalan sampah. Termasuk melibatkan peran ahli agama, ulama, kiai maupun ustadz, untuk menyadarkan umat akan kewajiban menjaga kebersihan,” ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar