Yamaha Aerox

Bupati Bandung Minta Pesantren Tingkatkan Wawasan Ekonomi

  Jumat, 01 November 2019   Mildan Abdalloh
Bupati Bandung Dadang M Naser. (Dok Humas Pemkab Bandung)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober harus dimaknai sebagai peningkatan kualitas kaum sarungan.

Bupati Bandung, Dadang M Naser mengatakan ditetapkannya hari santri, tidak terlepas dari sejarah resolusi jihad yang digaungkan oleh Hasyim Asyari.

AYO BACA : 22 Oktober 2019, ASN Provinsi Jabar Diimbau Kenakan Pakaian Santri

"Hari santri ini terinspirasi dari resolusi jihad Hasyim Asyari untuk kepada para kyai dan santri di tanah air untuk memperjuangkan kemerdekaan," tutur Dadang saat Gebyar Hari Santri tingkat Kabupaten Bandung, Jumat (1/11/2019).

Melihat sisi hostoris tersebut, hari santri kata Dadang harus dimaknai mengisi dan memperjuangkan kemerdekaan.

AYO BACA : Hari Santri, ASN KBB Kenakan Baju Muslim

Dalam konteks hari ini, semangat perang atau jihad harus dimiliki oleh para santri untuk meningkatkan kualitas hidup.

"Dulu perang mengangkat senjata, tapi sekarang perang ekonomi. Santri harua terut berperang dalam ekonomi," ujarnya

Pesantren sebagai lembaga pendidikan tempat santri mengenyam ilmu, harus memulai meningkatkan wawasan ekonomi kepada santrinya.

"Rosululloh juga berdagang sambil berdakwah. Santri juga harus meniru apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad," katanya.

Disamping itu, santri juga harus menjadi yang terdepan dalam berperang melawan peradaban dan budaya. Saat ini, masyarakat sedang dijajah dalam budaya dan peradaban oleh kebiasaan buruk orang-orang asing.

AYO BACA : Wagub Uu Berharap Pesantren Mendapat Perhatian

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar