Yamaha Lexi

Kota Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah

  Jumat, 01 November 2019   Tri Junari
Dua orang petugas mengangkut sampah Kota Bandung. (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

PADALARANG, AYOBANDUNG.COM -- Keengganan Pemerintah Kota Bandung membayar Kompensasi Dampak Negatif (KDN) tonase pembuangan sampah kepada Kabupaten Bandung Barat (KBB) senilai Rp3,2 miliar terancam mengulang terjadinya Bandung Lautan Sampah.

Hal itu akan benar terjadi seiring ancaman yang dilayangkan DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang akan menutup TPA Sarimukti bagi truk sampah dari Kota Bandung. 

AYO BACA : Kota Bandung Enggan Bayar KDN Sampah Rp3,2 miliar

Ketua Komisi III DPRD KBB, Iwan Ridwan menegaskan, jika tidak ada itikad baik dari pemkot bandung untuk segera membayar tunggakan, pihaknya mengancam akan menjegal truk sampah dari Kota Bandung masuk Sarimukti. 

Sebelum itu terjadi, Komisi III melalui pimpinan DPRD KBB sudah meminta audiensi dengan  Gubernur Jabar dengan menghadirkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) baik dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, KBB dan DLH Jabar untuk membahas tunggakan KDN tonase sampah Pemkot Bandung sekaligus membicarakan pasca penutupan TPA Sarimukti pada 2023 mendatang.

AYO BACA : Enggan Bayar KDN Rp3,2 Miliar, Sarimukti Tutup Akses Sampah Kota Bandung

"Alasan penutupan TPA Sarimukti karena lokasinya sudah cukup penuh (sampah), kedua Kota Bandung belum memenuhi kewajibannya, dan yang ketiga tidak ada jaminan untuk masyarakat Sarimukti dan sekitarnya apabila TPA tersebut nanti ditutup," bebernya.

Iwan menyampaikan, saat ini Komisi III bersama tiga desa yang terkena dampak negatif sampah yakni, Desa Sarimukti, Desa Rajamandala, dan Desa Mandalasari akan menunggu putusan serta tindak lanjut Gubernur Jabar terkait persoalan sampah Kota Bandung.

"Apabila tidak menerima penyampaian hasil sidak kami di lokasi, secepatnya TPA akan ditutup khusus untuk Kota Bandung berdasarkan kesepakatan dewan dengan tiga kepala desa," katanya.

AYO BACA : Siap-siap, Warga Bandung Harus Bayar Rp5.000 untuk Kantong Plastik

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar