Yamaha

Puting Beliung Dominasi Bencana Alam di Indonesia Tahun Ini

  Jumat, 01 November 2019   Suara.com
Ilustrasi angin puting beliung. (ANTARA FOTO/M N Kanwa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 98% bencana yang terjadi selama Januari hingga Oktober 2019 merupakan bencana hidrometeorologi atau bencana alam. Bencana ini terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi seperti angin kencang, hujan lebat, dan gelombang tinggi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo memaparkan puting beliung mendominasi kejadian hingga mencapai 964 kali. Bencana ini mengakibatkan 16 orang meninggal dunia, 177 orang luka-luka, dan 2 orang hilang.

AYO BACA : BNPB: Januari-Oktober Ada 3.089 Bencana dan 455 Korban Tewas

"Kerusakan rumah hingga mencapai puluhan ribu. Rumah rusak berat akibat kejadian ini mencapai 1.794 unit, rusak sedang 2.978 dan rusak ringan 17.816. Kerusakan di sektor lain, seperti pendidikan sejumlah 115 unit, peribadatan 93 dan kesehatan 15," kata Agus di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (31/10/2019).

Agus menambahkan, sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bencana semacam ini masih berpotensi terjadi hingga akhir tahun, mengingat pancaroba menuju musim hujan akan terjadi di awal November.

AYO BACA : Indonesia Dilanda 57 Angin Puting Beliung Selama Oktober

Menurut Agus, masyarakat dapat mengenali tanda-tanda akan terjadinya fenomena puting beliung, seperti udara panas pada malam hingga pagi, terlihat pertumbuhan awan cumulus, serta hembusan udara dingin.

"Pada awan tadi, pada pagi hari tampak di antara awan, jenis awan lain yang terbatas tepi dan sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol. Lalu awan cumulus akan berubah warna secara cepat," jelasnya.

Untuk menanggulangi itu, BNPB telah menyiapkan Satuan Tugas atau Satgas berserta dana sisa tahunan yang kini ada sebesar Rp 850 Miliar.

AYO BACA : Angin Kencang Tanda Pancaroba? Ini Penjelasan BNPB

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar