Yamaha

Desa dengan Pemilih Terbanyak Rawan Gesekan Pilkades

  Kamis, 31 Oktober 2019   Tri Junari
Ilustrasi Pilkades. (Dok Ayobandung.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 112 desa dari 165 desa di Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan melakukan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 24 November 2019. Desa dengan jumlah pemilih banyak diprediksi rawan terjadi konflik dan gesekan.

Kepala Bidang Penataan Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KBB Rambey Solihin mengatakan, desa yang paling padat penduduknya merupakan yang rawan terjadi konflik dalam pelaksanaan pilkades tersebut.

AYO BACA : Minat Jadi Kades di Bandung Barat Tinggi

"Saya belum punya analisis desa mana yang paling rawan, tapi semua desa itu berpontensi terjadi konflik apabila ada hal yang tidak sesuai dengan perundang-undangan," katanya, Kamis (31/10/2019).

Menurutnya, banyaknya calon yang tidak diikutsertakan karena maksimal calon dalam satu desa hanya lima orang juga berpotensi rawan konflik, sehingga harus ada pengamanan yang ketat.

AYO BACA : Penakluk Ular Steve Ewon Nyalon Kades Kertawangi

"Ada desa yang calonnya lebih dari lima, jadi sisanya tidak akan diikutsertakan. Jadi hal itu juga berpotensi terjadi adanya konflik," kata Rambey.

Atas hal tersebut, pihaknya sudah mempersiapakan pengamanan dengan melibatkan, unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dan tentunya harus melibatkan aparat kepolisian dari Polres Cimahi.

"Itu untuk antisipasi segala permasalahan, sehingga harus ada dukungan dari Polres dan Kondim karena dikhawatirkan (konflik) skalanya meluas, jadi pengamanan sudah kami siapkan," ucapnya.

Dia mengatakan, dalam pelaksanaan Pilkades tahun ini total ada 112 desa dan untuk calonnya sendiri tercatat sebanyak 553 pendaftar, sedangkan daftar pemilih yang berbentuk Daftar Pemilih Sementara (DPS) di 112 desa jumlahnya 856.288 orang.

AYO BACA : 112 Desa KBB Pilih Kades, Intelejen Polres Cimahi Turun Tangan

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar