Yamaha

Ustaz Evie Effendie Kecam Aksi Crosshijaber yang Eksis di Medsos

  Kamis, 31 Oktober 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ustaz Evie Effendie. (Ayobandung.com/Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah unggahan kelompok yang menamai diri crosshijaber mulai berani 'keluyuran' dan menghebohkan lini massa di media sosial. Ulah ini merupakan fenomena baru di mana para pria yang menyukai penampilan layaknya perempuan berhijab syari, bahkan lengkap bercadar.

Bahkan anggota kelompok tersebut tak segan masuk ke masjid dan berada di saf perempuan.

Crosshijaber merupakan sebuah bentuk ekspresi diri, yakni laki-laki yang suka mengenakan pakaian muslimah, lengkap dengan hijab syari di kepalanya. Meskipun terlihat aneh, namun mereka menikmatinya.

Seorang pria crosshijaber bahkan mengajak pria di luar sana yang tertarik untuk menjadi seorang crosshijaber untuk membulatkan niat. Sebab, dengan niat yang besar, penampilan yang tercipta pun akan semakin mirip dengan perempuan.

Bahkan mereka terang-terangan memiliki akun Instagram sendiri yang dinamakan @cross.hijaber.

AYO BACA : Warga Bandung, Hati-hati dengan Fenomena Crosshijaber

Perilaku mereka meresahkan terutama bagi muslimah hijaber sejati. Selain berpenampilan perempuan, mereka tidak segan untuk masuk ke lokasi wudu perempuan, masuk masjid-masjid pada tempat salat perempuan, berbaur dalam saf salat perempuan, hingga toilet wanita.

Tentunya dengan identitas yang sulit dikenali aslinya hal ini pun menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan banyak orang yang bisa mengarah pada tindakan kriminal dengan berbuat mesum atau sebagainya.

Mengetahui adanya kelompok crosshijaber ini, mubalig bergaya milenial, Evie Effendie mengaku cukup geram. Sebab Evie mengatakan, di Islam dengan tegas melarang umatnya untuk melakukan tindakan melanggar seperti ini. Tidak diperbolehkan laki-laki mengenakan pakaian perempuan, pun sebaliknya.

Hal ini sesuai dengan hadist berikut "Dari Ibnu Abbas: Sesungguhnya baginda Nabi Muhammad SAW melaknat para lelaki yang mukhannits dan perempuan yang mutarajjilat." (HR. Al-Bukhari dan Abu Dawud).

Mukhannits merupakan sebutan untuk laki-laki yang berpenampilan seperti perempuan, baik mengenakan pakaian ataupun berperilaku layaknya perempuan. Sedangkan Mutarajjilat ialah perempuan yang berpenampilan dan berperilaku seperti laki-laki.

AYO BACA : Crosshijaber Akan Ditindak Tegas Satpol PP Sesuai Aturan

"Larangan keras di Islam jelas, barang siapa (laki-laki) yang menyerupai perempuan dia dilaknat. Apalagi ini sengaja merusak pengajian juga. Efeknya aja polisi juga keras mengutuk, apalagi Allah," ungkap Evie kepada Ayobandung.com, Kamis (31/10/2019).

Evie juga mengatakan pencegahan fenomena crosshijaber perlu dilakukan supaya tidak makin menjadi-jadi. Terlebih, tidak dibenarkan seorang laki-laki yang menyerupai kaum perempuan. 

Dia pun memberi saran kepada kaum hawa agar menghindari kelompok crosshijaber ini. Salah satunya dengan melaporkan aksi kelompok ini gara mendapat penindakan dari pihak yang berwajib. 

"Crosshijaber emang lagi in sekarang. Kita usahakan jangan dibesar-besarkan. Tapi sarannya kita harus sensitif. Maksudnya yang deket sama kita siapa nih. Kalau mutlak sensitivitasnya beda laporin aja ke polisi, itu urusan yang berwajib," lanjutnya.

Di sisi lain, Evie juga menduga tren crosshijaber adalah konspirasi pihak yang ingin merusak citra Islam. Hal ini pun lanjut Evie, serupa proyek merusak tatanan hidup masyarakat yang agamis.

"Memang sekarang ini Islam lagi dirusak dari berbagai macam segmen. Makanya kitanya aja yang dikuatkan sensitivitasnya," ujarnya.

AYO BACA : Ini Alasan Seseorang Melakukan Cross-Dressing

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar