Yamaha

Catatan Umrah: Menikmati Kebesaran Allah di Tanah Suci (2)

  Rabu, 30 Oktober 2019   Adi Ginanjar Maulana
Masjid Nabawi di Madinah. (Ayobandung.com/Adi Ginanjar Maulana)

Tak seperti biasanya, Selasa 1 Oktober 2019 menjadi istimewa karena bisa berlama-lama di Raudhah Masjid Nabawi Madinah. Pada hari itu juga rombongan umrah Safari Suci harus meninggalkan Tanah Suci untuk kembali ke Indonesia.

Saya bersama seorang teman bernama Prayogi Saputra merasa beruntung karena berkesempatan untuk berlama-lama di Raudhah. Raudhah disebut taman surga.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Tempat yang di antara rumahku dan mimbarku adalah raudhah (taman) di antara taman-taman surga.” (HR. Bukhari)

Dahulu Raudhah terletak di luar halaman Masjid Nabawi, yaitu di antara rumah Rasulullah SAW dan mimbar di Masjid Nabawi. Kini, setelah masjid diperluas, lokasi Raudhah terletak di dalam masjid, dengan ukurannya yang hanya 22 x 15 meter.

Kawasan Raudhah ditandai karpet berwarna hijau muda, berbeda dengan warna karpet masjid Nabawi lebih dominan berwarna merah. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 09.50 waktu Arab Saudi. Saya bersama Prayogi bergegas menuju Masjid Nabawi karena merupakan hari terakhir di Madinah.

Rasa penasaran terus menyelimuti kami berdua karena belum bisa berlama-lama di Raudhah. Dengan rasa gelisah, saya terus berdoa agar dikabulkan mendapatkan tempat di Raudhah--maklum saat itu merupakan hari terakhir di Madinah.

Bahkan, Prayogi pun mengalami hal sama. Dia sempat meneteskan air mata karena belum berlama-lama di Raudhah. Sama seperti saya.

Sambil berjalan menyusuri halaman masjid hingga ke pintu Babussalam Masjid Nabawi kami terus berdoa agar bisa mendapatkan tempat di Raudhah. Sesampainya di pintu Babussalam kami melihat kondisi Raudhah agak sepi.

Saat itu, waktu menunjukan pukul 10.05, kami pun berjalan cepat menuju Raudhah. Alhamdulilah, mendapatkan tempat di taman surga itu walaupun harus sedikit berdesakan.

AYO BACA : Catatan Umrah: Menikmati Kebesaran Allah di Tanah Suci

"Alhamdulilah akhirnya doa terkabul. Semoga di Raudhah ini doa yang dipanjatkan bisa terkabul oleh Allah," ujar Prayogi kepada saya waktu itu.

Sebelumnya, saya dan Prayogi memang sempat ke Raudhah saat waktu Duha tepatnya pada Minggu 30 September bersama rombongan Safari Suci, tapi itu hanya sebentar saja.

P-20190929-150830
Masjid Nabawi di Madinah. (Ayobandung.com/Adi Ginanjar Maulana)

Duduk berdampingan, saya dan Prayogi lantas melaksanakan salat sunat dua rakaat terlebih dulu, yang dilanjutkan Salat Duha. Selesai melaksanakan salat, kami langsung memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa.

Hati masih merasa gelisah karena khawatir 'diusir' askar--sebutan penjaga keamanan di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram-- apabila berlama-lama duduk di Raudhah. Paling banter, jamaah diperbolehkan masuk area Raudhah sekitar 10 menit.

Orang-orang rela antre untuk menuju Raudhah. Askar pun selalu mengingatkan agar tidak berlama-lama di sana.

Namun, karena kondisi saat itu sekitar dua jam lagi menuju salat Zuhur. Akhirnya, kami berdua tidak terkena 'usiran' askar.

Saya dan Prayogi bisa melanjutkan aktivitas dengan membaca Alquran hingga azan salat Zuhur berkumandang. "Insyaallah menjadi berkah," kata Prayogi.

Waktu salat Zuhur pun tiba. Kondisi di sekitar Raudhah semakin dipenuhi jemaah laki-laki. Usai melaksanakan salat, kami pun beranjak untuk pulang dengan melewati makam Rasullullah SAW bersama dua sahabat yakni makam Abu Bakar dan makam Umar bin Khattab.

Rombongan Safari Suci kembali ke Indonesia melalui Bandara Madinah pada hari Selasa pukul 22.00 dan tiba di Bandara Soekarno Hatta hari Rabu pukul 14.00 WIB.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar