Yamaha

Suhu Udara di Cirebon Tertinggi dalam Lima Tahun

  Kamis, 24 Oktober 2019   Erika Lia
Ilustrasi -- Warga menghalau sinar matahari dengan pakaiannya saat melakukan aktivitas. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Suhu udara tinggi masih melanda lima daerah di Wilayah Cirebon. Tak sedikit warga mengeluhkan dampaknya.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn menyebut, pada Selasa (22/10/2019), suhu udara di Wilayah Cirebon merata mencapai 39 derajat Celcius.

"Hari ini juga suhu udara di Wilayah Cirebon diprakirakan tetap mencapai 39 derajat Celcius," tuturnya, Rabu (23/10/2019).

Suhu udara panas diprakirakan akan berlangsung hingga sepekan ke depan. Suhu udara 39 derajat Celcius yang melanda saat ini, sebutnya, merupakan suhu udara tertinggi di Wilayah Cirebon dalam lima tahun terakhir.

AYO BACA : 3 Orang Tewas dalam Kecelakaan Bus Rombongan Siswa di Cipali

Sementara, Deputi Bidang Meteorologi BMKG R Mulyono R. Prabowo menyatakan, suhu panas kini melanda berbagai daerah di Indonesia. Kondisi itu terkait gerak semu matahari.

Sebagaimana diketahui, September lalu matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan bumi selatan hingga Desember. 

"Pada Oktober ini, posisi semu matahari akan berada di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan, seperti Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagainya," katanya dalam siaran pers.

Situasi itu menyebabkan radiasi matahari yang diterima permukaan bumi di wilayah tersebut relatif menjadi lebih banyak. Akibatnya, terjadilah peningkatan suhu udara pada siang hari.

AYO BACA : Dekati Natal, Jalur KA di Cirebon Dipastikan Aman

Selain itu, dalam beberapa hari terakhir atmosfer di wilayah Indonesia bagian selatan relatif kering. Ini menghambat pertumbuhan awan yang dapat berfungsi sebagai penghalang terik panas matahari.

"Minimnya tutupan awan akan mendukung pemanasan permukaan, yang kemudian berdampak pada meningkatnya suhu udara," tuturnya.

Setidaknya satu pekan ke depan, suhu panas masih berpotensi terjadi di wilayah Indonesia. Hal itu karena posisi semu matahari masih akan berlanjut ke selatan dan kondisi atmosfer yang masih cukup kering, sehingga potensi awan yang bisa menghalangi terik matahari pun kecil pertumbuhannya.

Menghadapi situasi saat ini, pihaknya mengimbau masyarakat untuk cukup minum air putih demi menghindari dehidrasi. Selain itu, kenakan pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan.

"Waspadai aktivitas apapun yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan," tambahnya.

Tak hanya itu, pihaknya mengingatkan pula masyarakat mewaspadai angin kencang, yang berpotensi terjadi di pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

AYO BACA : BPJS Tak Kunjung Cair, RSD Gunung Jati Cirebon Terpaksa Berutang Obat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar