Yamaha Mio S

Angin Kencang Landa Bandung Raya, Ini Penjelasan BMKG

  Selasa, 22 Oktober 2019   Nur Khansa Ranawati
Sejumlah rumah rusak akibat angin kencang di Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Senin (21/10/2019). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COMĀ -- Satu hari belakangan, angin kencang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah di Bandung Raya. Pada Senin (21/10/2019), sejumlah baligo dan spanduk yang berdiri di sekitaran jembatan Jalan Pasirkaliki dilaporkan ambruk.

Berdasarkan pantauan Ayobandung.com, hal serupa juga terjadi di sekitaran Jalan Dipatiukur. Beberapa baligo di pertigaan Jalan Panatayuda menuju Jalan Dipatiukur nampak jatuh. Angin juga sempat menjatuhkan sejumlah plang larangan parkir di sekitaran Gedung Sate.

Kerusakan serius bahkan terjadi di Kabupaten Bandung. Angin kencang disertai hujan intensitas sedang menumbangkan sebanyak 35 pohon di area perkebunan PTPN VIII Kampung Malabar, Kecamatan Pangalengan. Bahkan, sebanyak 1.200 rumah tinggal di kecamatan yang sama dilaporkan rusak karena angin.

AYO BACA : Setelah Diterjang Angin Kencang, Sebagian Pangalengan Masih Gelap Gulita

Menanggapi hal ini, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Tony Agus Wijaya mengatakan, wilayah Bandung dan Jawa Barat saat ini tengah dilanda fenomena angin kencang. Hal tersebut disebabkan oleh adanya taifun Neogugi di Samudera Pasifik sebelah timur laut Filipina dan badai tropis (Tropical Storm/TS) Bualoi di Samudera Pasifik Sebelah timur Filipina.

Dia menjelaskan, adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan antara wilayah belahan bumi selatan (BBS) dan belahan bumi utara (BBU) menyebabkan terbentuknya lintasan arus kecepatan angin yang kencang dalam jalur sempit di atmosfer alias "Jetstream".

Berdasarkan pola sebaran angin yang ditangkap BMKG, terpantau adanya lintasan Jetsream yang memanjang dari Laut Arafura sebelah selatan Papua hingga Laut Jawa.

AYO BACA : 1.200 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang

"Kondisi ini menyebabkan peningkatan rata-rata kecepatan angin maksimum harian, di antaranya di sebagian besar Jawa Barat," ungkap Tony ketika dihubungi Ayobandung.com, Selasa (22/10/2019).

Kecepatan angin yang tercatat BMKG pada pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan dari Timur-Tenggara berkisar antara 9-43 kilometer/jam. Sementara, kecepatan angin pada 21 Oktober 2019 hingga pukul 10 pagi berada di kisaran 31-35 kilometer/jam.

"Kecepatan angin yang tercatat di BMKG Bandung tanggal 21 Oktober 2019 dari jam 7.00 WIB hingga 10.00 WIB berkisar antara 31-35 km/jam," jelasnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap adanya potensi angin kencang selama beberapa hari kedepan. BMKG juga meminta masyarakat agar berhati-hati terhadap bangunan atau rumah dan pepohonan yang rawan roboh atau tumbang.

AYO BACA : Angin Kencang Sapu KBB, Bangunan Rusak dan Pohon Bertumbangan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar