Yamaha

Tunjuk Prabowo, Ketua MPR: Jokowi Ingin Ciptakan Stabilitas

  Selasa, 22 Oktober 2019
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Ayojakarta.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai Presiden Joko Widodo ingin menciptakan rekonsiliasi politik untuk stabilitas pemerintahan lima tahun mendatang dengan menunjuk Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi menteri.

"Saya kira apa yang muncul hari-hari ini, termasuk kehadiran Prabowo, merupakan rekonsiliasi politik yang ingin diciptakan Jokowi untuk stabilitas pemerintahan 5 tahun mendatang," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Dia menilai, meskipun rekonsiliasi sudah tercipta di parlemen, namun kemungkinan ingin diperkuat di kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

AYO BACA : Jokowi Minta Prabowo Bantu Pertahanan, Ini Tanggapan Puan Maharani

Bamsoet mengatakan, sebenarnya Jokowi memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan komposisi kabinet di periode keduanya, yaitu setelah diumumkan sebagai pemenang Pemilu Presiden 2019 pada JunI.

Dia meyakini Presiden telah memiliki kalkulasi politik yang sangat matang untuk menempatkan orang per-orang dalam posisi di kementerian.

"Karena itu kalau saat ini ada sejumlah sosok baru yang diperkenalkan, saya yakin itu berdasarkan kalkulasi politik yang matang untuk mengisi posisi-posisi di kabinet. Kabinet ke depan memang diperlukan kekompakan dan langkah cepat untuk merealisasikan visi-misi dan program Presiden," ujarnya menjelaskan.

AYO BACA : Gabung Jadi Menteri, Prabowo Tak Akan Maju Capres 2024

Bamsoet menilai masuknya Gerindra di dalam kabinet tidak akan mengurangi mekanisme check and balances, khususnya di parlemen.

Menurut dia, yang dikritik bukan Presiden namun kebijakan dan langkah-langkah yang dibuat para menteri.

"Justru kami berharap para menteri ke depan bekerja lebih keras lagi agar presiden tidak dikritik di parlemen," katanya.

 

AYO BACA : Konyol, Ganjar Sebut Ramalan Santri Soal Prabowo Menteri Jokowi Jadi Kenyataan

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar