Yamaha Aerox

Sambut UU Pesantren, Pemprov Jabar Wacanakan Perda

  Selasa, 22 Oktober 2019   Nur Khansa Ranawati
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Ayobandung.com/Irfan Al-faritsi)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Bertepatan dengan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 21-22 Oktober setiap tahunnya, Undang-undang Pesantren belum lama ini juga resmi diberlakukan.

UU nomor 18 Tahun 2019 tersebut salah satunya bertujuan mempersempit perbedaan antara pendidikan umum dengan pendidikan Islam, termasuk dalam hal kebijakan anggaran.

AYO BACA : UU Pesantren Jadi Kado Istimewa di Hari Santri

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyambut baik hadirnya UU tersebut. Dia mengatakan hal ini menjadi nilai istimewa dalam perayaan Hari Santri 2019.

"Alhamdulillah peringatan Hari Santri tahun ini ada istimewanya, yaitu diloloskannya UU Pesantren," ungkap Emil, sapaan akrabnya ketika ditemui selepas upara peringatan Hari Santri di Lapangan Gasibu Bandung, Selasa (22/10/2019).

AYO BACA : Pembenahan Pesantren Jadi Upaya Tekan Radikalisme

Regulasi ini, Emil mengatakan, dapat menjadi sarana negara untuk lebih dapat memfasilitasi kebutuhan pesantren dan para santri-nya yang selama ini dinilai kurang atensi.

"Ini menandakan negara akan memfasilitasi kewajiban dari program maupun anggaran yang selama ini berbeda-beda dan ada yang terlewat, karena pendidikan pesantren khususnya yang tradisional seringkali kurang mendapat atensi," ungkapnya.

Emil menyebutkan, dengan disahkannya UU Pesantren tersebut, rencana pembuatan Peraturan Daerah (Perda) Pesantren yang sempat diajukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dapat diwacanakan kembali.

Pada September lalu, Kemendagri menolak pengesahan Perda Pesantren yang diajukan Pemprov Jabar. Pihak Pemprov Jabar kemudian menyusun Pergub Pesantren sebagai gantinya.

"Dulu alasan Pergub kan karena UU belum ada. Sekarang ada UU, berarti perda itu bisa diwacanakan lagi," ungkapnya.

AYO BACA : DPRD Jabar Apresiasi Gelaran MQK 2019

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar