Yamaha

Akademi Relawan Indonesia Gelar Kuliah Visi Kerelawanan

  Senin, 21 Oktober 2019   M. Naufal Hafizh
Akademi Relawan Indonesia (ARI) bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) menggelar kuliah visi kerelawanan bersama Ketua Dewan Pembina MRI Ahyudin di Dusun Gondanglegi, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Minggu (20/10/2019). (Istimewa)

SLEMAN, AYOBANDUNG.COM -- Akademi Relawan Indonesia (ARI) bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) menggelar kuliah visi kerelawanan bersama Ketua Dewan Pembina MRI Ahyudin di Dusun Gondanglegi, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Minggu (20/10/2019).

Acara ini dihadiri oleh MRI-ACT se-DIY dan Jawa Tengah dengan peserta 80 orang. Andri Perdana selaku Kepala Akademi Relawan Indonesia menyampaikan, sejak tahun 2018, Akademi Relawan Indonesia yang terletak di Pakem, Sleman, terus menyelenggarakan berbagai pelatihan dan pendidikan kerelawanan, baik untuk internal relawan yang tergabung dalam organiasasi MRI maupun untuk masyarakat umum.

“Setidaknya, ada 130 pelatihan yang terdiri dari berbagai bentuk program diklat dengan 4.716 penerima manfaat program diklat. Baik program diklat berupa dasar kerelawanan hingga keterampilan klaster kerelawanan seperti klaster relawan medis, pengelolaan bencana, relawan pendidikan, relawan media jurnalistik, relawan fundrising, pemberdayaan masyarakat dan lingkungan. Ke depan, Akademi Relawan Indonesia akan meningkatkan intensitas program diklat yang dibutuhkan oleh relawan agar menguatkan aksi kemanusian baik berupa program lokal, nasional, hingga global,” ujar Andri Perdana.

AYO BACA : Kirim Ribuan Ton Bantuan Logistik, ACT Siap Layani Korban Kabut Asap

Pada kuliah visi kerelawanan, Ahyudin selaku Dewan Pembina ACT dan MRI mengatakan, kerelawanan bukan sekedar aktivitas fisik, juga nonfisik dan edukasi, maka kerelawanan tidak bisa dipisahkan dari aktivitas kemanusiasan, kedermawanan, dan kerelawanan.

Formulasi strategi membangun kemanusian, kedermanwaan dan kerelawanan yang menjadi satu kesatuan.

“Kuliah visi kerelawanan ini penting, sebab sebagai bangsa yang sering berhadapan dengan bencana, kita memerlukan kerelawanan yang profesional. Untuk menghadapi bencana yang berisiko perlu tangani oleh relawan yang terampil dan profesional," terang Ahyudin.

AYO BACA : ACT Peduli Bencana Kemanusiaan di Wamena

Adanya Akademi Relawan Indonesia merupakan bagian keseriusan lembaga dalam membangun organisasi kerelawanan untuk memberikan aktivitas yang hebat dalam menghadapi berbagai isu kemanusiaan.

"Kita ingin saking seriusnya kerelawanan itu, harus ada akademinya. Jadi kita coba elaborasi secara dalam, bagaimana gagasan kerelawanan ini tumbuh menjadi visi. Dikonsep secara baik dan diorganisasi secara baik," ujarnya.

Ahyudin menjelaskan, sukarelawan bukan pekerjaan yang sepele, enteng, dan biasa-biasa saja. Menurutnya, relawan merupakan sebuah pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan sifatnya profesional.

Relawan tidak hanya harus siap pada saat bencana alam saja, tapi juga siap setiap saat.

"Di luar bencana alam, ada bencana lain yang sifatnya laten, yaitu bencana kemiskinan," jelasnya.

"Harapannya, dari ARI ini bisa melahirkan energi-energi sumber daya hebat di bidang kerelawanan, juga memberikan andil positif terhadap lingkungan, baik skala mikro berupa isu lokal, nasional, maupun global," tutup Ahyudin.

AYO BACA : Buka Media dan Crisis Center, ACT Ajak Masyarakat Peduli Wamena

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar