Yamaha NMax

Tolak Unjuk Rasa Jelang Pelantikan Presiden

  Jumat, 18 Oktober 2019   Mildan Abdalloh
Foto Presiden dan Wapres Terpilih Jokowi dan Ma'ruf Amin. (Setneg.go.id)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, sejumlah pihak di Kabupaten Bandung menyatakan menolak unjukrasa anarkis, radikalisme dan terorisme.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu unjukrasa terjadi di sejumlah daerah, bahkan di Ibukota Jakarta dan Bandung unjukrasa yang dilakukan pelbagai elemen berakhir anarkis sampai menimbulkan korban jiwa.

AYO BACA : MUI Jabar Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Jelang Pelantikan Presiden

Pun dengan terorisme, bahkan Menko Polhukam Wiranto diserang sampai mengalami luka. Sejumlah terduga teroris juga diamankan oleh Densus 88 Antiteror di sejumlah daerah.

"Kami dari MUI Kabupaten Bandung mendukung pelantikan Presiden dan wakil Presiden yang kondusif," tutur Ketua MUI Kabupaten Bandung Hasuna Hudaya, Jumat (18/10/2019).

AYO BACA : MUI Tasik Minta Masyarakat Jaga Kondusifitas Pelantikan Presiden

Dia juga berharap agar saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tidak ada unjukrasa anarkis yang bisa mengakibatkan situasi tidak kondusif.

Ketua FKUB Kabupaten Bandung Eri Ridwan menambahkan, saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober nanti, seluruh rakyat bisa bersatu padu dan saling menjaga kerukunan.

"Sebagai rakyat, mari kita doakan agar bangsa ini mendapatkan barokah dari Allah," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Sugiarto. Menurutnya aspirasi menjadi hak seluruh rakyat, namun dalam menyalurkan pendapat ada hal yang bisa dilakukan secara elegan, sesuai dengan perundangan yang berlaku.

"Kami DPRD Kabupaten Bandung menghimbau kepada warga masyarkat yang ingin menyampaikan aspirasi, baik terkait pembanguan atau dalam rangka menyikapi pelantikan Presiden Republik Indonesia tahun 2019 ini, untuk menghindari tindakan tindakan bersifat anarkis, sehingga keamanan, kenyamanan tetap terjaga, termasuk juga warga masyararakat yang beraktifitas sehari hari, baik keseharian ekonomi, pendidikan dan termasuk aktifitas lainnnya," katanya.

AYO BACA : Kapolri Imbau Masyarakat Tak Mobilisasi Massa Jelang Pelantikan Presiden

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar