Yamaha

Kapten Leicester Sebut Medsos Perburuk Rasisme dalam Sepak Bola

  Jumat, 18 Oktober 2019
Kapten Leicester Wes Morgan. (EPA/DIEGO AZUBEL)

LEICESTER, AYOBANDUNG.COM -- Kapten Leicester City Wes Morgan menyebut media sosial memperburuk rasisme dalam sepak bola. Ia mengaku prihatin dengan semakin maraknya kasus rasialisme di dunia sepakbola. Teranyar, skuat tim nasional Inggris jadi korban.

Marcus Rashford dan rekan-rekan dilecehkan oleh pendukung Bulgaria saat kedua tim bertemu pada kualifikasi Piala Eropa 2020.

AYO BACA : Komnas HAM Ingin Konektivitas Penyelesaian Kasus Rasial Papua

Wes Morgan prihatin akan masalah ini. Nyaris dua dekade, bek asal Jamaika itu telah menekuni dunia profesional. Ia menilai tindakan rasialisme saat ini, lebih buruk jika dibandingkan dengan sewaktu ia mulai berkarier.

"Ketika saya memulai, tidak ada peran media sosial," kata Morgan, dikutip dari Reuters, Jumat (18/10/2019).

AYO BACA : 2 Anggota TNI Disidik Kasus Rasialisme Papua

Oleh karena itu, kontrol terhadap perilaku seseorang di medsos, menurutnya, perlu ditingkatkan. Jika dibiarkan, menurutnya, bisa memicu maraknya serangan rasis.

"Bisa menjadi katalisator bagi sebagian besar perilaku rasis yang terjadi. Sebuah cara yang mudah membidik pemain, dan mengatakan hal-hal negatif," ujarnya.

Liga Primer memiliki BAME (Black, Asian, and Minority Ethnic). Sebuah badan yang dibentuk untuk menangani rasialisme dalam olahraga. Morgan mengaku didekati badan tersebut. Ia bakal ditugaskan sebagai salah satu komite penasihat BAME.

Morgan antusias menyambut tawaran yang datang. Morgan memiliki kesempatan melakukan tindakan nyata memerangi tindakan tidak terpuji itu.

AYO BACA : Gubernur Sayangkan Ratusan Mahasiswa Bersikeras Pulang ke Papua

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar