Yamaha

Masyarakat Urban Semakin Malas Bergerak, Apa Dampaknya?

  Jumat, 18 Oktober 2019   Republika.co.id
Ilustrasi malas bergerak. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Layanan di era digital memudahkan pekerjaan masyarakat urban sekaligus menimbulkan bahaya kesehatan. Hal ini karena membuat seseorang malas melakukan aktivitas fisik.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dr Andi Kurniawan mengatakan, saat ini banyak masyarakat perkotaan terjebak dalam sedentary lifestyle alias pola hidup yang mengarah pada aktivitas fisik yang rendah. 

AYO BACA : Tips Mengatur Napas Saat Berlari

Fakta tersebut juga diperkuat dengan data Riset Kesehatan Dasar 2018. Riset menemukan masyarakat Indonesia yang kurang beraktivitas fisik mengalami peningkatan menjadi 33,5% dibanding tahun 2013 dengan persentase 26,1 %.

“Dari memulai aktivitas hingga kembali ke rumah, kebanyakan orang menghabiskan lebih banyak waktunya untuk duduk. Tidak heran sekarang muncul istilah sitting is the new smoking karena memang terlalu banyak duduk terbukti menjadi faktor risiko penyakit kronis seperti jantung dan strok,” kata dr Andi, dikutip dari Republika, Jumat (18/10/2019).

AYO BACA : Hati-hati! Hindari Olahraga Lari Jarak Jauh Tanpa Persiapan

Dia menjelaskan, setidaknya ada tiga hal utama yang dijadikan alasan seseorang untuk tidak bergerak rutin termasuk berolahraga, yakni tidak ada waktu luang, tidak memiliki peralatan olahraga yang memadai, dan takut berkeringat.

Padahal melakukan aktivitas fisik atau olahraga bisa dilakukan secara sederhana. Bahkan bisa dilakukan sembari kerja dan tidak perlu menggunakan alat-alat olahraga.

Menurut Andi, timbulnya keringat juga tidak perlu ditakutkan karena keringat adalah suatu hal yang alami. Bahkan keringat memiliki beragam manfaat baik bagi tubuh seperti meluruhkan racun, memicu keluarnya hormon kebahagiaan hingga menurunkan risiko batu ginjal.

Untuk mencegah timbulnya bau tidak sedap dari banyak beraktivitas seseorang dianjurkan menggunakan deodoran. Idealnya, seseorang mengenakan deodoran setiap sehabis mandi atau ketika ketiak sudah dibersihkan.

“Perlu diketahui dan diingat bahwa keringat adalah suatu hal yang alami. Ibarat sebuah mobil, ia adalah radiator alami dari tubuh untuk menurunkan suhu badan setelah berolahraga. Yang perlu dijaga adalah bagaimana agar keringat itu tidak memicu bau tidak sedap,” ungkap dr Andi.

AYO BACA : Ayo Olahraga di Sport Jabar, Murah dan Nyaman

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar