Yamaha NMax

'Sipetir' Bakal Pantau Pabrik Nakal di KBB

  Kamis, 17 Oktober 2019   Tri Junari
Ilustrasi pabrik buang limbah. (Pixabay.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) berharap Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Berbasis Teknologi Informasi (Sipetir) untuk mendeteksi industri pembuang limbah ke Daerah Aliran Sungai Citarum bisa terwujud.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB, Apung Hadiat Purwoko, mengatakan, dengan adanya sistem ini pabrik di KBB yang kerap membuang limbah kotor tidak bisa lagi kucing-kucingan dengan petugas.

AYO BACA : Sumur Warga Padalarang Tercemar Limbah Industri

"Karena semuanya bisa terpantau secara online, tapi setiap pabrik harus dipasang dulu alat pemantaunya atau telemetri," ujarnya saat ditemui di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Kamis (17/10/2019).

Apung menjelaskan, cara kerja Sipetir ini yakni bisa menginput data melalui alat telemetri yang sudah dipasang di setiap pabrik ke pusat data di Kantor DLH, kemudian data tersebut akan diolah lalu diunggah ke dalam jaringan yang bisa diakses oleh publik.

AYO BACA : Pabrik di KBB Buang Limbah Malam Hari

"Gambaran besarnya dari teknologi ini kaya CCTV, jadi kalau ada pabrik yang buang limbah diatas baku mutu dan berbahaya akan terdeteksi oleh kita karena akan terlihat dari layar monitor," katanya.

Dia mengatakan, aplikasi ini ditargetkan bisa berjalan pada tahun 2020, sedangkan untuk saat ini baru satu perusahaan saja yang sudah terkoneksi dengan sistem tersebut.

"Nantinya akan terkoneksi dengan 70 perusahaan yang ada di KBB, tapi secara betahap karena alat telemetri mahal, harganya Rp 200 juta dan perusahaan harus beli," kata Apung.

Semua perusahaan tersebut, kata Apung, wajib membeli alat telemetri karena penerapan sistem ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 93 Tahun 2018 tentang Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus Dalam Jaringan. 

"Selain itu, Perbup juga sudah keluar, jadi nantinya semua perusahaan wajib untuk menerepkan sistem ini dan wajib membeli alatnya," kata Apung.

AYO BACA : 16 Industri di Kota Cimahi Diberi Sanksi Administrasi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar