Yamaha Mio S

290 Mahasiswa Jabar Desak Pemerintah Usut Kasus Korban Jiwa Demonstrasi

  Kamis, 17 Oktober 2019   Nur Khansa Ranawati
Sebanyak 260 mahasiswa dari 17 universitas di Jawa Barat yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Jawa Barat Menggugat menggelar aksi di depan Gedung Sate, Kamis (17/10/2019). (Kavin Faza/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Sebanyak 260 mahasiswa dari 17 universitas di Jawa Barat yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Jawa Barat Menggugat menggelar aksi di depan Gedung Sate, Kamis (17/10/2019). Dalam kesempatan tersebut, mereka menyampaikan lima tuntutan bagi pemerintah.

Beberapa yang menjadi sorotan utama adalah perihal desakkan pada pemerintah untuk menjamin kebebasan bersuara dan mengusut kasus enam mahasiswa yang meninggal dunia dalam rangkaian aksi demonstrasi beberapa waktu ke belakang. Aksi tersebut berlangsung selama kurang lebih 40 menit secara damai.

AYO BACA : 5 Polisi Jalani Sidang Disiplin Terkait Kematian Mahasiswa Kendari

Berdasarkan pantauan Ayobandung.com, massa aksi mulai berkumpul di area depan Gedung Sate pada sekitar pukul 16.30, dimana kala itu di area yang sama tengah berlangsung aksi Kamisan. Mahasiswa yang telah berkumpul mengenakan jas almamater kemudian menyanyikan Halo-halo Bandung sebelum menyerukan lima tuntutannya.

Adapun kelima tuntutan tersebut adalah :

AYO BACA : 2 Mahasiswa Meninggal saat Demo, Jokowi Perintahkan Investigasi

1. menutut pemerintah untuk lebih memihak kepada rakyat daripada kepentingan elit;
2. menolak segala bentuk pembungkaman aspirasi;
3. mentut pemerintah menghentikan tindak represif dan menjamin keselamatan rakyat;
4. mendesak pemerintah mengusut kematian demonstran dan korban konflik di Papua;
5. mendesak pemerintah menuntaskan permasalahan kedaulatan rakyat.

Salah satu perwakilan mahasiswa dari Universitas Siliwangi Tasikmalaya menyebutkan, pihaknya tidak ingin hanya fokus menyuarakan perihal substansi Revisi Undang-undang KPK sementara telah ada enam mahasiswa yang meninggal dunia ketika menyuarakan aspirasi terkait hal tersebut.

"Sudah ada enam orang yang meninggal dunia, dan kami sudah menjelaskan dalam konsolidasi bahwa tidak ada satu nyawa pun yang sebanding dengan permainan politik," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu koordinator aksi dari Telkom University, Yusuf Sugiarto mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal jalannya pemerintahan selama lima tahun ke depan.

"Kita akan terus kawal pemerintahan Indonesia selama lima tahun ke depan dan sepanjang umur Indonesia," pungkasnya. Selepas menyampaiakan aspirasi di depan Gedung Sate, para mahasiswa tersebut kemudian bergerak ke arah Gasibu dan Jalan Ir.H.Juanda sembari menyerukkan tuntuan mereka.

AYO BACA : Kisah Yadi, Cium Tangan Ibu Sebelum Meninggal Saat Demo

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar