Yamaha NMax

Pabrik di KBB Buang Limbah Malam Hari

  Kamis, 17 Oktober 2019   Tri Junari
Ilustrasi pabrik buang limbah. (Dok Ayobandung.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebutkan hingga saat ini masih banyak pengelola pabrik yang kucing-kucingan saat membuang limbah kotor ke aliran Sungai Citarum.

Atas hal tersebut masyarakat diminta agar aktif melaporkan ketika menemukan adanya sungai yang berawarna hitam pekat akibat tercemar limbah, khususnya untuk sungai yang ada di Kecamatan Batujajar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB, Apung Hadiat Purwoko, mengatakan, dengan adanya pabrik yang masih kucing-kucingan dengan petugas DLH maupun Satgas Citarum Harum itu karena selama ini kurang pengawasan.

AYO BACA : Sumur Warga Padalarang Tercemar Limbah Industri

"Kita terbantu dengan adanya Satgas Citarum, tapi pengelola pabrik ini selalu kucing-kucingan saat membuang limbah kotor. Biasanya mereka membuang limbah saat malam hari," ujarnya saat ditemui di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Kamis (17/10/2019).

Apung mengakui selama ini pihaknya kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melakukan pengawasan bagi pabrik-pabrik nakal yang ada di KBB, sehingga pihaknya harus meminta bantuan ke Pemprov Jabar.

Dia mengatakan, DLH KBB saat ini tidak memiliki Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup, sehingga hal itu menjadi kendala untuk melakukan pengawasan bagi pabrik yang kerap membuang limbah kotor tersebut.

AYO BACA : 16 Industri di Kota Cimahi Diberi Sanksi Administrasi

"Kita juga kekurangan sarana dan prasarana untuk pemantauan, padahal di KBB ada 70 pabrik yang harus kita pantau terkait pembuangan limbah ini," katanya.

Selama ini pihaknya hanya bisa sebatas memberikan pembinaan secara intensif bagi semua pengelola pabrik yang ada di Bandung Barat tersebut.

Namun karena kurangnya pengawasan, kata dia, hingga saat ini masih ada pabrik yang membuang limbah tanpa proses Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

"Jadi kalau masih ada pabrik yang kucing-kucingan kami membutuhkan bantuan juga dari masyarakat untuk melakukan pengawasan," kata Apung.

AYO BACA : Limbah Cemari Sungai-sungai Jabar, Emil Bentuk Tim Bersih

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar