Yamaha Mio S

Parade Kaisar Naruhito Terancam Ditunda Pascabadai Hagibis

  Kamis, 17 Oktober 2019   Dadi Haryadi
Kaisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako. (ANTARA/REUTERS)

TOKYO, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Jepang mempertimbangkan penundaan parade perayaan seusai upacara penobatan resmi Kaisar Naruhito pekan depan, mengingat kerugian yang diakibatkan Badai Hagibis, menurut lembaga penyiar nasional NHK, Kamis (17/10/2019).

Acara lain yang terkait dengan penobatan 22 Oktober masih berjalan sesuai rencana, tambahnya.

Sedikitnya 77 orang meninggal akibat badai tersebut, yang menerjang sebagian Jepang dengan hujan lebat dan angin kencang pekan lalu sehingga menyebabkan tanah longsor dan banjir yang meluas akibat luapan air sungai.

AYO BACA : Penobatan Kaisar Naruhito, Jepang Akan Berikan 600.000 Grasi

Sementara itu, sepuluh orang dinyatakan hilang dan 346 orang lainnya terluka.

Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menunda parade tersebut sehingga bisa lebih fokus menangani kondisi pascabencana badai, yang menyebabkan 1.600 rumah hancur sebagian atau hancur total di seluruh wilayah, lapor NHK.

Belum ada pengumuman resmi dari pemerintah.

AYO BACA : Penobatan Kaisar Jepang Bakal Diramaikan oleh Penampilan Boyband

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Kamis (17/10/2019), mengunjungi prefektur Fukushima dan Miyagi, yang menderita kerusakan paling parah akibat Tsunami 11 Maret 2011.

Fukushima menyaksikan jumlah korban tewas terbanyak akibat badai pekan lalu, yakni sedikitnya 28 korban tewas hingga Kamis.

Kaisar Naruhito akan mendeklarasikan penobatannya kepada dunia pada upacara yang bakal dihadiri oleh sekitar 2.500 undangan, termasuk kepala negara dan pejabat tinggi lainnya dari hampir 200 negara.

Naruhito, 59, naik takhta pada Mei lalu setelah sang ayah Akihito, menjadi raja pertama yang menyerahkan takhta dalam kurun dua abad.

AYO BACA : Kaisar Baru Jepang Naruhito Janji Berikan yang Terbaik bagi Rakyat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar