Yamaha Mio S

35 Orang Wafat Akibat Kecelakaan Bus Jamaah Umrah di Madinah

  Kamis, 17 Oktober 2019   Republika.co.id
Ilustrasi (Antara)

RIYADH, AYOBANDUNG.COM--Sebanyak 35 jamaah umrah meninggal dalam kecelakaan bus di dekat Madinah, Arab Saudi, pada Rabu (16/10). Insiden itu turut menyebabkan empat penumpang luka-luka.  

"Kecelakaan pada hari Rabu (16/10) melibatkan sebuah bus pribadi rentalan dengan sebuah kendaraan berat di dekat kota Arab Saudi barat," kata juru bicara kepolisian Madinah seperti dilaporkan Saudi Press Agency (SPA), dikutip the Guardian.  

AYO BACA : Permintaan Tinggi, Petani Labu Kabocha Lembang Kewalaha

Menurut SPA, korban meninggal adalah jamaah asal Arab dan Asia. Sementara korban yang mengalami luka-luka telah dilarikan ke Rumah Sakit Al-Hamna. Saat ini otoritas Saudi sedang melakukan penyelidikan terkait kecelakaan tersebut.

Kecelakaan yang menyebabkan jamaah umrah meninggal setidaknya telah tiga kali terjadi di Saudi dalam tiga tahun terakhir. Pada Januari 2017, enam warga Inggris, termasuk bayi berusia dua bulan, tewas dalam kecelakaan minibus. Mereka hendak menuju ke Madinah setelah melakukan ziarah ke Makkah.  

AYO BACA : Roket Seblak Berdayakan IRT dan Jadi Bekal Jemaah Umrah

Pada April 2018, insiden serupa kembali terjadi. Tabrakan antara bus dan truk tanker menyebabkan empat warga Inggris yang sedang melakukan umrah meninggal. Kecelakaan itu turut menyebabkan 12 orang lainnya luka-luka.

Saat ini Saudi tengah berupaya mendulang penghasilan dari sektor wisata religi. Beberapa kebijakan telah diambil guna mendukung misi tersebut, salah satunya menerbitkan visa turis untuk 49 negara.

Ini adalah kali pertama Riyadh mengeluarkan visa turis. Sebab sebelumnya Saudi hanya menerbitkan visa untuk keperluan ibadah haji atau umrah.

Selain itu, Saudi kini telah melonggarkan peraturan yang mewajibkan turis wanita mengenakan abaya di ruang publik. Turis wanita juga diizinkan menginap sendirian di hotel. Wanita Saudi turut dapat menikmati pencabutan larangan tersebut.

Sebelumnya Saudi melarang wanita di negaranya melakukan perjalanan atau menginap di hotel sendirian. Saat ini larangan itu tak diberlakukan lagi. Mereka yang ingin menginap di hotel, misalnya, cukup menunjukkan kartu identitas yang masih berlaku. 

AYO BACA : Catatan Umrah: Menikmati Kebesaran Allah di Tanah Suci

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar