Yamaha Mio S

Queen Larang Donald Trump Gunakan "We Will Rock You" untuk Kampanye

  Rabu, 16 Oktober 2019   Dadi Haryadi
Penyanyi Adam Lambert (ki) dan gitaris Queen Brian May tampil di panggung dalam Global Citizen Festival 2019 di Central Park, New York, Amerika Serikat, Sabtu (28/9/2019). (REUTERS)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Grup musik Queen melarang Donald Trump menggunakan lagu mereka, setelah “We Will Rock You” muncul dalan video kampanye pemilihan presiden baru AS tersebut.

Dilansir Aceshowbiz, Rabu (16/10/2019), perwakilan dari Brian May dan Roger Taylor telah mengambil tindakan untuk mencabut penayangan video tersebut di Twitter.

AYO BACA : Personel Queen Peringati HUT Freddie Mercury

Sebelumnya, Queen juga pernah berseteru dengan Trump saat kampanye presiden pada 2016 ketika Trump menggunakan lagu "We Are The Champions" tanpa izin dalam Konvensi Nasional Partai Republik.

Gitaris Brian May kemudian merilis pernyataan yang mengutuk penggunaan lagu tersebut.

AYO BACA : Gitaris Queen Berduka untuk Korban Tsunami dan Band Seventeen

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa izin untuk menggunakan lagu itu tidak diminta ataupun diberikan," kata May.

Queen bukan grup rock pertama yang mengambil tindakan terhadap Trump. Penyanyi Dee Snider sebelumnya mengungkapkan telah meminta tim kampanye Trump untuk berhenti menggunakan lagu "We Not Gonna Take It" selama kampanye.

R.E.M dan Aerosmith juga pernah menyerang Trump karena menggunakan lagu mereka dalam aksi unjuk rasa dan acara politik lainnya tanpa izin.

AYO BACA : Golden Globe Award 2019: Bohemian Rhapsody Sabet Film Drama Terbaik

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar