Yamaha Mio S

Kebut Kereta Cepat, KCIC Libatkan 12.000 Tenaga Kerja

  Rabu, 16 Oktober 2019   Tri Junari
Pemasangan tiang pancang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di sekitar stasiun Padalarang, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. (Tri Junari/Ayobandung.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM--PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengerahkan sekitar 12.000 tenaga kerja di sepanjang trase kereta Cepat Jakarta-Bandung untuk mencapai target bisa beroperasi awal tahun 2021.

AYO BACA : Target Selesai 2021, Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Baru 35%

"Targetnya 2021 itu operasi, sekarang kurang lebih 12.000 pekerja di sepanjang trase Jakarta-Bandung," ungkap Direktur Utama PT KCIC, Ir Chandra Dwiputra usai melaksanakan penandatangan memorandum of understanding (MoU) pembangunan Kawasan Walini Raya di ruang kerja bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, Ngamprah, Bandung Barat, Rabu (16/10/2019).

AYO BACA : BPN: Pembebasan Lahan Kereta Cepat Tuntas Oktober

Saat ini pengerjaan mega proyek kereta cepat ini sudah mencapai 34,9 persen. Dia berharap dalam pembangunan ini berjalan sesuai rencana dan tak terkendala hal apapun.

"Kendala banyak tetapi bisa diselesaikan lah, sekarang misalnya menghadapi musim hujan sekarang kita selesaikan pekerjaan yang berhubungan dengan tanah," ujarnya.

Salah satu pekerjaan yang tengah dikerjakan adalah pembuatan terowongan yang membobol bukit. Dari trase Halim Perdanakusumah sampai Gedebage tercatat ada 14 terowongan.

"Kendala dalam pembangunan trase dan TOD atau stasiun pasti ada, tapi hingga sekarang masih bisa teratasi. Termasuk kalau nanti memasuki musim hujan, semua sudah kita antisipasi," jelasnya.

AYO BACA : Eksekusi Lahan Kereta Cepat Diwarnai Penolakan Warga

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar