Yamaha

Cara Memilih Makanan Aman untuk Anak Kucing

  Senin, 14 Oktober 2019   Republika.co.id
Anak kucing (pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Salah satu hal yang perlu dipikirkan saat memiliki anak kucing adalah memilih makanan yang tepat. Apalagi kalau ia terpisah dari induknya. Karena tidak mendapatkan susu dari ibu, Anda harus memberikan makanan kucing yang memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Berikut beberapa tips memilih makanan yang tepat untuk anak kucing kesayangan.

1. Tentukan jenis makanan tepat

Anda harus menentukan makanan jenis apa yang akan diberikan: makanan basah atau makanan kering, atau kombinasi keduanya. Standar yang berlaku saat ini adalah memberikan makanan basah yang tinggi protein dan rendah karbohidrat.

Kucing adalah karnivora, dan mereka membutuhkan protein hewani. Kucing juga membutuhkan cairan dalam makanannya agar tak kehausan. Kelebihan karbohidrat dan kekurangan cairan bisa mengganggu kesehatan anak kucing kesayanganmu.

Artinya, makanan basah memang lebih baik dibandingkan makanan kering. Makanan basah relatif lebih mahal, tetapi lebih bagus dalam jangka panjang untuk pertumbuhan dan perkembangan anak kucing. Bahkan, banyak dokter hewan yang kini lebih merekomendasikan makanan basah dengan harga terjangkau dibandingkan makanan kering premium.

Kalau memilih untuk memberikan makanan kering, ya tidak masalah juga. Makanan kering memang lebih praktis dan tidak merepotkan. 

Dry kibble bisa disimpan untuk waktu yang lebih lama. Namun, kalau memilih makanan jenis ini, akan lebih baik jika Anda memberikan makanan yang berkualitas.

Saat ini, banyak sekali makanan kucing yang kandungan protein dan karbohidratnya tidak dijaga dengan baik. Kalau Anda menyayangi anak kucing, tidak ada salahnya memberikan mereka makanan yang terbaik.

2. Lakukan transisi ke makanan baru yang aman

Saat memberikan makanan baru ke anak kucing, lakukanlah secara perlahan-lahan. Kalau langsung diberikan dalam porsi banyak, ada risiko sakit perut atau pencernaan.

Mulailah dengan memberikan porsi kecil makanan baru ke dalam makanannya yang lama. Tingkatkan rasionya perlahan-lahan selama 5-10 hari.

Transisi ini akan menghindarkan anak kucing dari berbagai macam masalah kesehatan seperti diare, muntah-muntah, atau kehilangan nafsu makan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar