Yamaha Mio S

Tips Mengatur Napas Saat Berlari

  Minggu, 13 Oktober 2019   Republika.co.id
Ilustrasi (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Suka olahraga lari? Jika iya, Anda harus benar-benar mengatur napas agar tidak terlihat lelah dan sesak napas. Dengan pengaturan napas yang baik tentu bisa mendapatkan kerja jantung yang bagus untuk mengalirkan darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Bagi Anda yang kesulitan mengatur napas saat berlari, berikut 7 teknik pernapasan yang mungkin bisa dipelajari.

1. Lakukan dari Waktu yang Paling Sebentar

Jalan cepat saja sudah buat napas terengah-engah dan mungkin akan semakin berat saat berlari. Untuk melatihnya, Anda bisa melakukan lari kecil dalam waktu 5 menit tanpa berhenti. Tidak perlu dipaksakan, berhentilah saat Anda sudah mulai lelah.

Kalau memang bisa melakukannya lebih jauh, lanjutkan sampai titik yang Anda mampu. Setelah melakukannya dalam beberapa saat, naikkan durasi lari. Pastikan Anda memakai kecepatan yang sama sepanjang lari. Biarkan tubuh yang menyesuaikan kondisinya.

2. Mengatur Napas saat Kelelahan

Bila sudah cukup rutin melakukan jogging dengan durasi yang sedikit panjang (10-15 menit tanpa henti), cobalah untuk melakukan sprint. Kerahkan semua kemampuan saat berlari. Berlarilah 2-3 titik dengan kecepatan penuh.

Hal ini akan membuat Anda terengah-engah lebih dahsyat. Saat inilah latihan dimulai. Hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang sambil mengatur tempo napas supaya teratur. Saat sudah terbiasa, Anda akan semakin cepat mengatur napas pada saat kelelahan dan membuat Anda tetap tenang saat berlari.

3. Menggabungkan Berlari dan Berjalan

Jogging dengan kecepatan yang sama akan membuat Anda bisa menempuh jarak yang jauh. Hal itu akan sangat berbeda jika Anda mengubah kecepatan. Perubahan kecepatan drastis akan buat kerja paru-paru berubah, dan inilah yang membuat cepat lelah, tapi jelas Anda bisa melatih pernapasan lebih bagus lagi.

Tidak perlu panjang-panjang, cukup berlari dengan kecepatan sedang selama 2-3 menit, lalu berajalan selama 30 detik. Lakukan pola tersebut dalam beberapa kali. Jika sudah lebih siap, Anda bisa menambah durasi berlari yang lebih panjang.

4. Berlari dalam Ruangan

Inilah alasan Anda harus juga mencoba olahraga di gym. Semua gym menggunakan AC yang cukup dingin dan itu bisa sangat mengganggu pernapasan. Selain itu, udara dalam ruangan juga akan berbeda dengan udara outdoor. Selain membuat tubuh akan terbiasa dengan berbagai medan, kodisi itu juga merupakan latihan yang bagus untuk pernapasan.

5. Berjalan dengan Langkah Panjang

Latihan pernapasan bukan hanya saat berolahraga. Anda juga bisa melakukannya saat beraktivitas sehari-hari. Syaratnya, cukup lebih sering berjalan saja. Namun, bukan jalan kaki yang biasa. Anda harus buat langkah yang lebih besar dari biasanya. Langkah besar akan membuat kerja jantung meningkat. Tugas Anda adalah menjaga napas tetap normal saat tiba di tempat tujuan.

6. Bernapas dengan Mulut

Biar pun dalam praktiknya banyak orang yang tetap menyarankan lewat hidung, bernapas lewat mulut saat berlari sepertinya jadi hal yang lebih baik. Saat berlari, Anda butuh lebih banyak volume oksigen dan asupan oksigen dari hidung akan terasa kurang. Pasalnya, mulut bisa mengambil udra yang lebih banyak. Anda cukup menghirup udara dalam-dalam dan lakukan pernapasan yang stabil.

7. Berlari pada Tempo yang Tepat

Akhirnya Anda menyadari bahwa setiap orang akan punya kecepatannya masing-masing. Anda akan mampu berlari dengan kecepatan yang berbeda dengan orang lain. Saat kecepatan itulah Anda bisa bernapas dengan baik. Jika menambah kecepatan, mungkin saja akan langsung lelah.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar