Yamaha

Cuanki Laksana, Pelopor Cuanki Kemasan Kota Cimahi

  Sabtu, 12 Oktober 2019   Andres Fatubun
Cuanki Laksana.

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Cuanki adalah sebuah hidangan yang terdiri dari siomay dan tahu dengan isian olahan dari ikan tenggiri. Masyarakat pada umumnya mengetahui bahwa cuanki adalah makanan yang dijajakan dalam keadaan berkuah dan dijajakan oleh pedagang menggunakan pikulan (tanggungan) atau menggunakan gerobak.

ayobandung-dukung-umkm

Namun berbeda dengan Cuanki Laksana yang menyuguhkan cuanki dalam bentuk premium. Yah betul sekali cuanki laksana ini disajikan kering dalam bentuk kemasan dengan tambahan bumbu yang sudah diracik oleh pemilik.

Bisnis ini sudah berdiri sejak tahun 1992 yang pada awalnya merupakan bisnis milik seorang tetangga pemilik. Saat itu pemilik yang bernama H. Achmad Sofyan membuka sebuah warung kecil yang menyediakan bahan-bahan pokok rumah tangga seperti beras, minyak, terigu, telor dan lain-lain.

Kemudian dari sebuah obrolan antara tetangga pemilik dan Achmad Sofyan mengenai perluasan bisnis cuanki ini terbentuklah sebuah kesepakatan untuk bekerja sama.

“Saat itu awalnya kami mulai pada bulan puasa kita menyediakan sebanyak 14 tanggungan. Untuk sistem jualannya kaya gitu kita menyediakan bahannya dan mereka yang memasarkan. Ketika sore hari pulang mereka hanya tinggal membayar berapa cuanki yang laku saja” ujar Dodi Indra Priadi sebagai anak kedua dari Achmad Sofyan saat ditemui ayobandung, Jumat (11/10/2019).

Bisnis ini dimulai pada tahun 1992 yang pada saat itu produksi hanya digarap oleh pemilik dan istrinya. Mulai dari proses pembelajaan bahan baku, proses produksi hingga pemasaran. Namun seiringnya berjalan waktu Achmad Sofyan mulai merekrut karyawan untuk membantu memasarkan produknya.

Kemudian pada tahun 2000 Achmad Sofyan mulai memodifikasi tanggungan menjadi sebuah gerobak. Penjualan menggunakan gerobak ini memang bisa menjangkau pasar yang lebih luas lagi. Sehingga saat itu mulai banyak permintaan dari para konsumen untuk menjadikan cuanki sebagai oleh-oleh.

Dari sinilah muncul sebuah peluang untuk membuat cuanki dalam bentuk kemasan. Pada tahun 2014 inilah pemilik memberanikan untuk menjual cuanki dalam bentuk premium melalui kemasan. Tidak ada lagi penjualan melalui tanggungan atau gerobak yang keliling dari satu kampung ke kampung lainnya.

Pembuatan cuanki dalam kemasan ini ternyata memberikan respon yang baik mulai dari segi pendapatan maupun pemasaran. Bisnis yang berawal dari modal Rp.5 juta ini sekarang bisa menghasilkan omzet sebanyak Rp30-50 juta/bulan.

Pemasaran yang semakin luas membuat pemilik mulai mengurus perizinan untuk bisnisnya. Mulai dari izin PIRT, izin halal, nilai gizi dan LPPOM kini sudah dikantongi untuk produk cuanki laksana. Kini penjualan terjauh sudah mencapai ke Abu Dhabi, Amerika, Jepang dan Australia.

“Penjualan terjauh saat ini sudah mencapai Abu Dhabi dan pengiriman ini sudah rutin dalam kurun waktu satu bulan sekali. Kemudian ke Amerika tiap enam bulan sekali paling cepet tiga bulan sekali. Jadi sistemnya untuk Abu Dhabi itu disana ada agen yang memang khusus mejual semua makanan Indonesia. Ada juga dibawa oleh orang-orang yang pelesiran ke luar negeri” ujar Doni.

Cuanki Laksana memiliki keunggulan sendiri dibandingkan dengan produk cuanki kemasan di pasaran. Cuanki laksana ini ketika  diseduh dengan air maka akan langsung mengembang dan bentuknya tidak langsung menyusut. Rasanya pun enak dan memang begitu mencoba pastinya akan ketagihan.

“Sekarang kita punya tagline untuk cuanki laksana sekali coba pasti ketagihan, ungkap Rani Rachmawati sebagai Marketing dari Cuanki Laksana.

Sampai saat ini Cuanki Laksana ini dikelola oleh Achmad Sofyan dan kedua anaknya. Sistem yang dilakukan adalah pembagian tugas Achmad sebagai bagian dari produksi, Dodi sebagai bagian QC dan Rani sebagai marketingnya.

Untuk bagian produksi sendiri Achmad Sofyan dibantu oleh 7 orang karyawan tetap. Sebetulnya dulu para karyawan direkrut dari masyarakat sekitar tempat tinggal yang terdiri dari ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan. Namun karena permintaan yang semakin meningkat dan para ibu rumah tangga itu sudah memiliki cucu. Seringkali pemilik merasa keteteran dan akhirnya memutuskan untuk merekrut karyawan tetap.

Sampai saat ini modal yang digunakan masih menggunakan kantong pribadi dan sebisa mungkin keluarga pemilik cuanki laksana ini tidak mennggunakan modal yang diberikan oleh bank. Selain tidak ingin punya tanggungan setiap bulannya Dodi juga mengatakan supaya bisnisnya makin mendapatkan berkah dari sang pencipta.

Penamaan Laksana sendiri tercipta dari pemikiran Achmad Sofyan sebagai pemilik.

“Doanya papah semoga terlaksana apapun yang diinginkan diimpikan dengan harapan terlaksana,” ucap Rani.

Kendala terbesar dalam bisnis ini adalah mencari bahan baku ikan yang segar. Terkadang ketersediaannya pun mempengaruhi nilai harga ikan tersebut. Misalnya saja ketika memang tidak musim harga akan melonjak tinggi. Pemilik cuanki laksana memang selalu memilih ikan segar dengan kualitas terbaik. Tujuannya agar bisa menjaga rasa dan kepercayaan konsumen. Daging yang digunakan juga hanya bagian badan atau filet dari ikannya saja.

Sedangkan untuk pemasaran sendiri cuanki laksana juga memanfaatkan media social untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Instagram menjadi pilihan untuk memasarkan produk cuanki laksana ini. Selain memang banyak dilirik orang penggunaanya instagram juga bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

“Pas kebetulan kan 2015 lagi gencar-gencarnya sosmed dari facebook dan lumayan ada yang nyangkut. Kemudian untuk sekarang ada juga di instagram,” Ujar Rani.

Untuk saat ini cuanki laksana sudah tersedia di empat toko di antaranya Rajawali Sosis Baso, Rumah Beku, Kunafe dan Kafana. Untuk yang mager keluar rumah cuanki laksana juga bisa diorder di @instagramcuankilaksanacimahi. (Dias Ashari/magang)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar