Yamaha

Pemkab Purwakarta Siapkan Trauma Healing Korban 'Hujan Batu'

  Jumat, 11 Oktober 2019   Fira Nursyabani
Sejumlah rumah rusak tertimpa batu raksasa dari peledakan tambang batu PT MSS. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta akan membantu masyarakat memulihkan trauma akibat peristiwa "hujan batu". Insiden itu mengakibatkan rusaknya tujuh rumah dan satu bangunan sekolah di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.

"Kita menyiapkan petugas trauma healing untuk warga, karena psikologis mereka terganggu setelah menyaksikan batu besar yang menggelinding ke pemukiman mereka. Tentunya itu berdampak trauma hebat," kata Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, di Purwakarta, Kamis (10/10/2019).

Ia mengatakan, di lokasi tempat kejadian hujan batu, di Kampung Cihandeleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru terdapat 58 KK atau 320 jiwa.

Anne mengaku sudah turun ke lapangan dan berbincang-bincang dengan warga setempat. Umumnya, warga mengaku trauma atas peristiwa hujan batu tersebut. Bahkan banyak warga yang trauma dan takut pulang ke rumahnya masing-masing.

Atas hal tersebut, kata dia, Pemkab Purwakarta akan menurunkan bantuan berupa trauma healing. Sehingga diharapkan bisa mengembalikan psikologis warga seperti semula.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Purwakarta, Wahyu Wibisono menyampaikan kalau peristiwa bebatuan yang menghujani rumah warga itu akibat aktivitas perusahaan tambang, PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS).

"Ada tujuh rumah milik warga dan satu bangunan sekolah yang rusak setelah tertimpa batu besar dari atas Gunung Cihandeuleum," kata Wibisono.

Ia mengatakan, bebatuan yang menghujani rumah warga itu dampak dari aktivitas peledakan batu yang dilakukan oleh PT MSS.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar