Yamaha Aerox

Penggunaan Minyak Goreng Kemasan Lebih Terjamin

  Rabu, 09 Oktober 2019   Adi Ginanjar Maulana
Ilustrasi minyak goreng kemasan. (Thinkstockphotos)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Penetapan wajib kemasan buat minyak goreng, dinilai bisa membuat konsumen lebih terlindungi. Pasalnya dengan tidak adanya minyak goreng curah tak berkemasan jelas, minyak goreng yang dikonsumsi masyarakat dipastikan sesuai standar nasional. Diyakini juga, kebijakan ini bisa membuat tingkat kesehatan masyarakat lebih terjamin.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rusli Abdullah mengatakan, kebijakan pelarangan edar minyak goreng curah akan berefek pada hilangnya penjualan minyak goreng jelantah. Penggunaan minyak goreng baru sendiri jelas lebih baik jika ditilik dari sisi kesehatan.

"Bagi konsumen (kebijakan) itu bagus. Dia akan mendapatkan minyak yang benar-benar berkualitas, sesuai dengan SNI, bukan minyak bekas atau minyak jelantah," tegas Rusli melalui keterangan resmi, Rabu (9/10/2019).

AYO BACA : Minyak Curah Masih Jadi Pilihan Orang Kecil

Dengan demikian, ia melihat, kebijakan itu dapat membuat tingkat kesehatan masyarakat lebih terjamin. Dengan aturan wajib kemas, masyarakat juga bisa mengetahui minyak yang dikonsumsi berasal darimana, siapa produsennya, kode produksunya, hingga tanggal munyak itu diproduksi. Di mana hal tersebut makin meyakinkan masyarakat akan keamanan produksi minyak goreng tersebut.

Indef menilai, teriakan para pedagang yang memprotes kebijakan tersebut pun bukan berasal dari pedagang yang menggunakan minyak goreng curah berkualitas sebelumnya. Menurutnya, pedagang-pedagang yang selama ini menggunakan minyak curah berkualitas baik tidak akan terganggu dengan kebijakan wajib kemas ini. Lain halnya dengan pedagang-pedagang yang selama ini menggunakan minyak curah bekas pakai atau minyak jelantah.

"Pedagang yang menggunakan minyak curah jelantah, nggak jelas asal-usulnya, pasti akan teriak karena biaya produksinya akan naik, dibandingkan ketika dia mendapat minyak curah jelantah yang biayanya lebih murah," ucapnya.

AYO BACA : Mendag: Penggunaan Minyak Goreng Curah Tak Dilarang

Terjamin Halal
Ketua Pengurus Besar Nadhlatul Utama (NU), Marsudi Syuhud, pun menyetujui pelarangan penyaluran minyak goreng curah mulai tahun depan. Pasalnya dari sisi kehalaan, minyak dalam kemasan lebih terjamin.

Bahkan tak hanya soal halal, ia juga menilai, minyak goreng kemasan lebih mampu menjamin perlindungan kesehatan dari sisi kesehatan. 
“Ya kalau  tinjauannya tadi (tak terjamin), dari minyak bekas, itu baik. Karena kita tidak tahu bekas goreng apa itu. Selain kesehatan, kan juga gak sehat kalau itu bekas,” paparnya lagi.

Senada, Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tahuid Saadi mengatakan, langkah pemerintah menyetop peredaran minyak curah di pasaran bertujuan melindungi kesehatan masyarakat. Manalagi, seringkali, masyarakat kerap menggunakan minyak curah beberapa kali pengunaan. Hanya saja, langkah tersebut harus disertai kebijakan pemberian insentif kepada pedagang kecil, seperti IKM dan UKM, berupa subsidi harga.

Sementara, Koordinator Komisi Komunikasi dan Edukasi Badan Perlindungan Konsumen NasionaL (BPKN), Arief Safari mengatakan, aturan minyak goreng kemasan menguntungkan konsumen maupun para pengusaha kecil. Dengan aturan tersebut, bisa timbul kesempatan bagi usaha kecil dan mikro (UKM) guna menjadi produsen kemasan minyak goreng.

AYO BACA : Memperin: Minyak Wajib Pakai Kemasan pada 2020

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar