Yamaha Aerox

Jelly Juice: Rezeki Mengalir Deras dari Bisnis Jus

  Rabu, 09 Oktober 2019   Andres Fatubun
Ilustrasi jus.

CIBIRU, AYOBANDUNG.COM -- Berawal dari modal nekat, pemilik Jelly Juice kini berhasil membuka cabangnya dalam kurun waktu 5 bulan.

ayobandung-dukung-umkm-2

Pada awalnya Nana sebagai pemilik memang sudah memiliki rencana di awal tahun 2019. Namun realisasinya baru dilakukan pada bulan Mei 2019. Hal ini juga didukung oleh keinginan dari istrinya, Melan. Tujuannya untuk membantu perekonomian keluarga.

Berawal dari modal Rp5 juta dan bantuan pinjaman dari bank, Nana menyewa sebuah ruko di kawasan Permata Cibiru dan membeli peralatan untuk membuat jus. 

Nana mengawali bisnisnya saat Ramadan karena dari hasil observasi penjualan makanan dan minuman di bulan suci tersebut akan meningkat.

“Saat orang lain memilih libur berjualan di bulan puasa, disini menjadi peluang bagi saya untuk memulai bisnis. Sehingga saya bisa mendapat omzet yang lumayan tinggi,” ungkapnya pada ayobandung, Sabtu (5/10/2019) siang.

Selain bisnis, ia juga masih bekerja di sebuah apotek yang ada di kawasan Rumah Sakit Immanuel Bandung. Ia  mengatakan akan berhenti bekerja jika outletnya sudah ada tiga cabang.

Pagi hari sebelum berangkat kerja ia akan berbelanja buah-buahan yang dibutuhkan di pasar Gede Bage. Sedangkan istrinya membantu satu orang pegawai yang masih adik kandungnya.

AYO BACA : Walagri, Yoghurt Produk Lokal dari Ujung Berung

Keuntungan memulai bisnis pada bulan Ramadan cukup mendapatkan hasil yang besar. Dalam sehari ia bisa menghasilkan omset sebanyak 1 juta. Hasil keuntungannya itulah ia gunakan untuk membuka cabang baru. Meski dibilang bisnis ini terbilang baru, namun dalam waktu lima bulan dirinya sudah bisa membuka cabang di komplek yang berbeda.

Whats-App-Image-2019-10-09-at-08-19-23

Ternyata ada alasan dibalik kesuksesannya ini. 

Saat usahnya mulai berjalan dalam tiga bulan ia mencari sebuah buku yang bisa menambah wawasannya mengenai bisnis. Akhirnya pada saat itu ia membeli sebuah buku karya Mardigu WP yang berjudul "Tajir Melintir".

“Saya suka baca buku ini awalnya liat di Youtube. Pak Mardigu ini menurut saya anti mainstream. Sehingga dari sana saya semakin bersemangat untuk membuka bisnis baru dan mengembangkan yang sudah ada,” jelasnya.

Keunggulan Jelly Juice dibandingkan yang lain adalah dari segi rasa dan kualitas bahan. Nana selalu menggunakan buah-buahan segar untuk membuat jusnya. Bahkan jika dirasa buah sudah dalam kondisi tidak baik ia akan membuangnya. Hal tersebut dilakukan guna menjaga kepercayaan konsumen.

Saat ini omzetnya sebesar Rp500 ribu perhari.

Sementara ini pemasaran baru sebatas offline. Namun untuk rencana ke depannya ia akan mendaftarkan bisnisnya pada Grab Food dan Go Food.

Soal kendala yang dihadapinya, Nana menceritakan kesulitan mencari buah-buahan dengan kualitas baik. Kemudian sistem pembukuan yang belum tercatat dengan baik. Ia berharap kedepannya akan ada pelatihan untuk UMKM agar bisnisnya makin bisa berkembang lagi. (Dias Ashari/magang)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar