Yamaha Aerox

Berkenalan Langsung dengan Berbagai Platform dan Solusi Digital dari Grab

  Kamis, 26 September 2019   Andres Fatubun
Belasan awak media usai menjajal GrabBajay dalam Immersion Program yang diusung Grab.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Puluhan wartawan dari dalam dan luar negeri menjajal hiruk pikuk Kota Jakarta dalam Immersion Program yang digelar oleh Grab untuk memperkenalkan misinya Grab For Good, Rabu (25/6/2010).

Program tersebut merupakan cara Grab untuk memperkenalkan secara langsung platform dan solusi digital yang telah terbukti meningkatkan bermacam bisnis lokal di Jakarta. 

Layanan pertama yang dijajal adalah GrabBajay.

Sesuai dengan namanya, GrabBajay hanya tersedia di Jakarta. Layanan ini merupakan kolaborasi antara Grab dengan Kementerian Pariwisata untuk mendukung transportasi hyperlocal. Tak cuma di Jakarta, di beberapa daerah lainnya ditemukan juga layanan serupa berbasis transportasi lokal seperti GrabBetor di Medan dan GrabAndong di Yogyakarta.

69906515-767382267024392-3276156815260414868-n
Layanan GrabBajay. (@satyawinnie)

Penulis bersama 12 wartawan lainnya dari Indonesia dan empat dari Kamboja diajak berkeliling mengitari kawasan Kota Tua. Meski waktunya terlalu singkat hanya kurang dari 10 menit, tapi pengalaman langsung menggunakan bajay terbilang langka bagi warga yang tidak tinggal di Ibu Kota. 

Usai mengunakan bajay yang berbahan bakar gas, peserta diajak berjalan kaki masuk keluar gang dan gedung-gedung peninggalan zaman Belanda. 

Salah satu yang menarik adalah bangunan yang disebut paling tua di kawasan Kota Tua yaitu Toko Merah yang dibangun dibangun pada 1730 oleh Gustaaf Willem baron van Imhoff. Titik lainnya yang menyita perhatian peserta adalah Museum Sejarah Jakarta. Di lokasi ini diperlihatkan penjara bawah gedung yang pernah ditinggali Pangeran Diponegoro.

Waktunya makan siang, 16 peserta disuguhi Bebek Kepahiang Babase (BKB) di bilangan Benhil. BKB menggunakan 17 macam rempah-rempah dan jenis bebek hitam yang dagingnya lebih empuk dan mudah dilepas dari tulangnya.

Whats-App-Image-2019-09-25-at-14-37-23
Head of Marketing GrabFood & New Business Grab Indonesia Ichmeralda Altri Rachman 
dan pemilik Bebek Kepahiang Babase Erik Widyan Susanto. (Muhammad Idham)

Bebek Kepahiang Babase merupakan salah satu merchant dari GrabFood yang pendapatkan melonjak drastis setelah melakukan kerja sama. Salah satu pendiri, Erik Widyan Susanto, menyatakan dalam sebulan BKB bisa menjual 9.000 porsi bebek hitam hanya dari GrabFood.

Setelah perut kenyang, perjalanan dilanjutkan dengan mengenal lebih dekat salah satu platform digital yang bekerja sama dengan Grab yaitu Kudo serta Grab Ventures Velocity (GVV) yang merupakan program akselerator Grab yang berfokus pada startup yang sedang berkembang

Dalam buku panduan program disebutkan Kudo merupakan platform teknologi yang menghadirkan ekosistem digital lengkap untuk memberdayakan peritel tradisional (warung) dan jutaan orang Indonesia yang tidak memiliki akses perbankan di seluruh nusantara. 

Sejak menjadi bagian dari keluarga Grab, jumlah agen aktif Kudo telah meningkat hingga empat kali lipat. Saat ini, Kudo telah memberdayakan lebih dari 2,6 juta agen Kudo di 500 kota besar dan kecil di Indonesia.

Di hadapan para awak media, CEO Kudo Agung Nugroho, menyatakan aplikasi ciptaan ini mengembangkan platform seamless yang mudah digunakan oleh pemilik warung guna memaksimalkan dan mengatasi tantangan dalam bisnis mereka. 

Terdapat tiga cara yang digunakan yaitu teknologi untuk meningkatkan penjualan dan jumlah produk di warung, teknologi untuk mengurangi biaya usaha, dan peluang untuk mendapatkan kredit mikro berdasarkan transaksi di Kudo.

AYO BACA : Kisah Seorang Difabel dan Lahirnya Misi

Sementara Grab Ventures Velocity (GVV) memperkenalkan dua startup yang terbilang sukses yaitu BookMyShow dan Sejasa. 

BookMyShow yang masuk angkatan pertama GVV mengklaim bisnis mereka tumbuh hingga 70% di bulan pertama uji coba bersama GVV. Melalui fitur Tickets tile, pengguna dapat mencari dan membandingkan harga tiket dari beberapa pilihan bioskop terkemuka di Indonesia seperti CGV dan Cinemaxx langsung dari aplikasi Grab. 

Sedangkan Sejasa adalah platform jasa rumah yang hadir dalam aplikasi Grab melalui fitur Clean & Fix. Melalui fitur tersebut, pengguna Grab dapat memesan layanan yang mereka butuhkan, pada saat yang diinginkan, dengan harga tetap dan transparan. Kehadiran Clean & Fix ini akan menambah kelengkapan Grab dimana sebelumnya telah meluncurkan layanan tiket, tagihan, hotel, video, dan pulsa.

Perjalanan yang dimulai sejak pagi ini berakhir di Fang's Kitchen di kawasan Jalan Gatot Subroto. 

Fang's Kitchen yang merupakan bagian dari Grab Kitchen ditukangi pasangan suami istri Yusuf Haka dan Fangfang. Bisnis makanan dan minuman buatan rumahan ini didirikan sejak Oktober 2018.

Whats-App-Image-2019-09-25-at-17-42-12
Pemilik Fang's Kitchen, Yusuf Haka dan Fangfang. (@Muhammad Idham)

Menurut sang suami Yusuf, bisnis kulinernya ini lahir dari hobi istrinya yang gemar masak makanan sehat. Masakannya berupa asinan buah dengan rasa pedas, asam, dan manis. 

"Karena dari omongan mulut ke mulut, akhirnya kami menerima banyak pesanan," jelas Yusuf.

Ia menambahkan, pesanan itu di sisi lain menimbulkan masalah yaitu bagaimana cara mengirim pesanan dengan cepat tanpa merusak kemasan. 

"Soalnya kan produk kami mengandung kuah," jelasnya.

Menyadari pentingnya pengiriman, maka Yusuf dan Fangfang memutuskan memilih GrabExpress sebagai mitra pengiriman berdasarkan rekomendasi dari pelanggan mereka.

Hanya dalam beberapa bulan setelah memanfaatkan fitur spesial GrabExpress, Bisnis Fang’s Kitchen tumbuh hingga 80%.

Setelah memberikan paparan singkat, Yusuf dan Fangfang memperlihatkan demo masak dan mengajak wartawan untuk mengikutinya.

Grab for Good ini merupakan misi besar Grab hingga tahun 2025 untuk mewujudkan visi pemberdayaan, inklusivitas, dan harapan.

Misi tersebut diperkenakan di Hotel The Westin, Jakarta pada Selasa (24/9/2019) pagi. Acara dihadiri oleh para petinggi Grab dan tiga menteri kabinet yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar