Yamaha

Satu Kampung di Cianjur Gelap Gulita Akibat Kemarau

  Selasa, 08 Oktober 2019   Muhammad Ikhsan
Saluran listrik yang padam. (Muhammad Ikhsan/ayobandung.com)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Warga Kampung Nagrak, Desa Wangunsari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur harus gelap gulita di sepanjang malam. Hal itu disebabkan oleh pasokan listrik dari tenaga turbin yang tersendat akibat surutnya debit air sungai.

"Sekarang turbin air tak maksimal karena aliran Sungai Cidaun mengering. Pasokan listrik juga jadi tersendat, bahkan mati listriknya" kata Jajang Sugiarto (40), warga Kampung Nagrak, Selasa (8/10/2019). 

AYO BACA : Jadi Pengedar Narkoba Lintas Pulau, Seorang Warga Cianjur Ditangkap

Kondisi seperti ini, ujar Jajang, terjadi sejak memasuki musim kemarau atau tepatnya lima bulan lalu. Kalaupun ada pasokan listrik tidak bisa maksimal, sering mengalami bray-pet atau nyala-mati. 

"Dampaknya sangat terasa, terutama anak-anak sekolah tidak bisa belajar, karena gelap gulita, kalaupun dipaksakan pake lampu cempor, takut kebakaran," ucapnya.

AYO BACA : Gerindra Buka Pendaftaran, Lima Balonbup Ambil Formulir

Jajang menjelaskan, warga di Kampung Nagrak hingga sekarang belum menikmati pasokan listrik dari PLN. "Dimaklumi, kampung kami lokasinya sangat jauh. Berada di perbukitan Gunung Gayem. Jadi, cukup sulit masuk jaringan listrik PLN," terangnya.

Kepala Desa Wangunsari Sapaat Suanda menyebutkan, sejak dulu Kampung Nagrak memang belum mendapat pasokan listrik dari PLN. Untuk mengatasi permasalahan itu, warga berinisiatif membangun turbin air.

"Dibangunnya secara swadaya. Sekarang sudah kurang berfungsi maksimal karena sedang kemarau," jelasnya.

AYO BACA : Pemkab Cianjur Kucurkan Rp13 Miliar untuk Perbaikan Trotoar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar