Yamaha

Olahraga Berlebih Pengaruhi Kapasitas Otak Membuat Pilihan

  Senin, 07 Oktober 2019   Republika.co.id
Olahraga. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Para peneliti dalam sebuah studi dari Hôpital de la Pitié-Salpêtrière Paris, Prancis, menemukan bahwa olahraga berlebih atau sindrom overtraining dapat mengurangi kapasitas otak untuk membuat keputusan.

Sindrom overtraining adalah bentuk kelelahan tingkat tinggi pada atlet. Ini terjadi sebagai akibat dari pelatihan fisik intensif yang berlebihan. Para peneliti cukup yakin bahwa bentuk kelelahan ini melibatkan beberapa saraf yang sama dengan kelelahan akibat kerja intelektual secara intensif.

AYO BACA : Kenali Gejala-gejala Kanker Otak Ini

Seperti dilansir Medical News Today, Senin (7/10/2019), untuk sampai pada simpulan di atas, para peneliti telah menguji apakah sindrom overtraining muncul sebagian dari kelelahan saraf di otak, serta dari kelelahan otot. Peneliti juga meneliti apakah pelatihan yang berlebih akan memengaruhi kinerja otak.

Untuk menguji hal tersebut, peneliti merekrut 37 atlet pria dengan usia rata-rata 35 tahun. Para peserta melanjutkan latihan rutin atau meningkatkan pelatihan mereka sebesar 40 persen per sesi selama tiga minggu.

AYO BACA : 6 Cara Melatih Ketajaman Otak

Selama itu, peneliti terus memantau kinerja fisik para atlet. Para atlet juga mengisi kuesioner yang menanyakan pengalaman subjektif mereka tentang kelelahan. Terakhir, para peneliti menggunakan tes perilaku dan scan MRI untuk menilai kemampuan kognitif para peserta.

Penelitian yang diterbitkan dalam Current Biology itu menunjukkan bahwa lebih dari tiga minggu, latihan fisik yang berlebihan menyebabkan para atlet merasa lebih lelah dan juga berperilaku berbeda. Dalam tes yang mengevaluasi pilihan ekonomi, atlet yang lelah lebih cenderung untuk bertindak impulsif.

Pemindaian MRI juga menunjukkan bahwa kelebihan fisik pada atlet mengakibatkan gangguan aktivasi korteks prefrontal lateral. Area otak ini bertanggung jawab untuk kontrol kognitif tingkat tinggi yanh mempengaruhi pengambilan keputusan, perencanaan, penghambatan perilaku, dan operasi motivasi, di antara perilaku lainnya.

AYO BACA : 5 Makanan yang Bisa Tingkatkan Fokus dan Fungsi Otak

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar