Yamaha Aerox

Bangkitnya Produktivitas Kelautan dengan “Tenggelamkan”

  Senin, 07 Oktober 2019   M. Naufal Hafizh
Ilustrasi Bangkitnya Produktivitas Kelautan dengan Tenggelamkan. (ANTARA/Sumarwoto)

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki wilayah yang sebagian besar berupa perairan. Bahkan hampir 2/3 wilayahnya berupa lautan, tidak salah jika Indonesia disebut sebagai negara maritim.

Luasnya wilayah Indonesia yang berupa laut merupakan aset penting dan juga sumber kekayaan negara yang bisa dimanfaatkan secara maksimal. Laut di Indonesia selain sebagai penghasil produk laut seperti berbagai macam ikan, juga berpotensi sebagai objek wisata yang tidak diragukan lagi, keindahan alam bawah airnya serta gagahnya ombak yang dicari oleh para peselancar di seluruh dunia.

Namun, pada kenyataannya masyarakat Indonesia belum memanfaatkannya secara maksimal, banyak pihak asing yang malah memanfaatkan kekayaan laut Indonesia dengan mencurinya. Akan tetapi, saat ini pemerintah tidak segan - segan untuk menangkap dan menenggelamkan para kapal asing yang mencari ikan di perairan Indonesia, hal tersebut justru memperbaiki hasil laut yang didapat untuk masyarakat Indonesia.

Menurut data dari KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) tingkat pertumbuhan produksi perikanan Tahun 2015-2017 sebesar 3,97% per tahun. Konstribusi pertumbuhan tersebut terdiri dari pertumbuhan produksi perikanan tangkap sebesar 1,95% per tahun dan perikanan budidaya sebesar 4,96%. 

Produksi pada sektor perikanan pada tahun 2016 sebesar 23,26 juta ton yang terdiri dari produksi perikanan tangkap sebesar 6,58 juta ton dan perikanan budidaya sebesar 16,68 juta ton.

Jumlah produksi meningkat lagi pada tahun 2017 mencapai 24,21 juta ton, terdiri dari 6,99 juta ton produksi perikanan tangkap dan 17,22 juta ton produksi perikanan budidaya.

Konstribusi produksi perikanan tangkap sebagian besar berasal dari jenis ikan cakalang (skipjack tuna), layang (scad), kembung (short-bodied mackerel), madidihang (yellowfin tuna) dan tongkol krai (frigate tuna), sedangkan di perairan umum didominasi oleh ikan jenis gabus (snakehead murrel), baung (asian redtail catfish), nila (nile tilapia), lele (walking catfish) dan patin jambal (cat fishes).

Sedangkan produksi perikanan budidaya didominasi oleh rumput laut dan jenis-jenis ikan Nila, Lele, Udang, Bandeng, dll. Peningkatan produksi perikanan selain didorong oleh perikanan budidaya juga didorong oleh peningkatan stock perikanan laut Indonesia. Pada tahun 2017 stock perikanan laut mencapai 6,19 juta ton menjadi 12,54 juta ton pada tahun 2016. Kondisi ini menjadi peluang untuk terus meningkatkan jumlah produksi perikanan tangkap nasional.

Peningkatan yang terjadi saat ini tidak lepas dari tindakan tegas KKP yang menghentikan praktik illegal fishing terutama dibawah kepemimpinan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Ada beberapa kebijakan yang efektif memberantas habis illegal fishing yaitu moratorium izin kapal eks asing hingga pelarangan transshipment atau bongkar muat ikan di tengah laut, selain tindakan tegas dari sang Menteri untuk menenggelamkan setiap kapal asing yang melakukan pencarian ikan diwilayah Indonesia juga sangat berdampak pada peningkatan produksi ikan di Indonesia.

Dampak yang terlihat dari pemberantasan illegal fishing tersebut yaitu stok ikan di laut menjadi banyak. Para nelayan saat ini semakin mudah menangkap ikan. Untuk itu agar produksi perikanan tangkap semakin meningkat, KKP telah memiliki program seperti pembagian alat tangkap ramah lingkungan dan kapal penangkapan ikan.

Meskipun jumlah stok ikan yang ada di laut saat ini cukup banyak, namun para penangkap ikan harus selalu memikirkan cara menangkap ikan yang aman dan ramah lingkungan, yaitu dengan tidak menggunakan bahan bahan yang berbahaya seperti peledak dan pukat harimau.

Apabila para nelayan masih “bandel” dengan tindakannya dalam menangkap ikan, justru akan membuat populasi ikan yang ada semakin sedikit karena lingkungan yang seharusnya untuk brkembang biak ikan menjadi rusak, sehingga produksi ikan akan menurun. Maka diperlukan kesadaran dari para nelayan juga agar tetap memerhatikan dalam menangkap ikan.

Peningkatan jumlah produksi ikan tangkap di Indonesia harus diimbangi dengan peningkatan konsumsi ikan oleh masyrakat Indonesia. Ikan merupakan salah satu sumber protein yang bagus untuk manusia, terutama ikan segar yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Maka, selain menggalakkan program pemberantasan illegal fisshing, KKP juga menggalakkan konsumsi ikan.

Program tersebut sebernarnya selain untuk menggalakkan hidup sehat dengan mengkonsumsi ikan segar, program tersebut juga membantu para nelayan setelah pasca produksi (menangkap ikan), jika ikan - ikan yang cukup banyak tersebut tidak dimanfaatkan dan dikonsumsi maka ikan terebut juga akan busuk dan akhirnya terbuang sia - sia dan merugikan nelayan.

Menurut data KKP yang bersumber dari BPS, Peningkatan konsumsi ikan terjadi pada tahun 2016 menjadi 43,94 kg/kapita/tahun. Pada tahun 2017 tercatat angka konsumsi ikan telah mencapai 47,34 kg/kapita/tahun. Presentase komoditas ikan yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia adalah 76% komoditas ikan segar 76%; 19% merupakan Kelompok Ikan dalam Makanan Jadi (KIMJ) 19%; dan 15% merupakan ikan asin diawetkan.

Peningkatan dalam konsusmi ikan tersebut memperlhatkan jika saat ini kesadaran dalam mengkonsumsi ikan sudah cukup baik untuk masyarakat Indonesia, sehingga kebutuhan protein masyarakat Indonesia dapat terpenuhi dengan baik dan diharapkan kesehatan masyarakat Indonesia juga semakin baik.

Hasil produksi ikan tangkap yang cukup baik tiap tahunnya, selain untuk dikonsumsi dalam negeri juga diimbangi dengan ekspor ikan yang juga mengalami peningkatan.

Pada tahun 2012 nilai ekspor perikanan Indonesia mencapai USD3,87 juta dan pada tahun 2017 telah mencapai USD4,51 juta. Sepanjang tahun 2016-2017 nilai ekspor perikanan Indonesia mengalami peningkatan ke China sebesar 14,47%; Amerika Serikat sebesar 12,92%; Uni Eropa sebesar 9,69%; Jepang sebesar 7,81%; negara-negara ASEAN sebesar 3,28%. Sedangkan yang mengalami penurunan adalah ke negara lainnya sebesar 2,94%.

Penningkatan ekspor ikan diharapkan dapat meningkatkan pemasukan negara, karena produk perikanan merupakan produk yang sebenarnya sudah tersedia oleh alam, tidak membutuhkan biaya produksi yang tinggi, sehingga diharapkan prouksi ikan tangkap di wilayah Indonesia terus mengalami kenaikan sehingga pemasukan negara juga akan membaik untuk Indonesia yang lebih baik di masa yang akan datang.

Sumber : KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan)

Dimas Prayogo

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar