Yamaha

Pilkada Diharapkan Beri Keuntungan Bagi Industri Sarung Majalaya

  Minggu, 06 Oktober 2019   Mildan Abdalloh
Pekerja menyelesaikan pembuatan kain sarung tenun di industri kerajinan sarung tenun, Desa Sukamukti, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Kamis (28/12/2017). (Naufal/ayobandung.com))

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Pilkada serentak pada 2020 diharapkan bisa berdampak positif bagi industri sarung Majalaya terkait peningkatan produksi. Bupati Bandung Dadang M Naser mengatakan penjualan sarung majalaya biasa meningkat saat ada momen politik, selain jelang Idulfitri.

"Biasanya sarung majalaya itu hanya panen satu kali dalam setahun, saat Lebaran. Sekarang menghadapi Pilkada, saat momen politik juga biasanya ada peningkatan permintaan," tutur Dadang, Minggu (6/10/2019).

Tidak hanya pemilihan bupati Bandung, dalam pilkada serentak juga akan digelar pilkades di 199 Desa se-Kabupaten Bandung yang juga diharapkan bisa meningkatkan permintaan sarung Majalaya.

Dia menjelaskan, sarung sudah biasa menjadi souvenir yang dibagi-bagikan oleh politikus kepada kunstituennya di lapangan. Dengan demikian momen politik diharapkan bisa berimbas pada pertumbuhan industri sarung di Majalaya.

"Bukan untuk politik uang atau nyogok (suara). Itu untuk ngampar (souvernir perkenalan)," ucapnya.

Dipilihnya sarung Majalaya untuk kebutuhan souvenir politik dikarenakan harganya yang relatif murah dibanding dengan sarung dari daerah lain.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar