Yamaha Mio S

Pembangunan Fly Over Sebabkan Macet, Polisi Rekayasa Lalin Situasional

  Sabtu, 05 Oktober 2019   Faqih Rohman Syafei
Prosesi Ground Breaking pembangunan Fly Over Jalan Jakarta-jalan Supratman di Jalan Jakarta (depan KFC), Selasa (3/9/2019). (Nur Khansa/Ayobandung.com)

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM--Pembangunan fly over atau jembatan layang Jalan Jakarta-Jalan Supratman mulai menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan sekitarnya. Untuk mengatasi kemacetan itu, polisi melakukan pengalihan arus.

Seorang warga Arcamanik, Siska (32), mengaku sering terjebak kemacetan di sepanjang Jalan Jakarta ketika hendak berangkat bekerja. Akibatnya, waktu tempuh ke kantornya lebih lama dibandingkan sebelumnya.

"Kalau yang lagi kerja mah menghambat, kalau kita mau ke kantor, kan di Antapani jalur macet," ujarnya kepada Ayobandung.com, Sabtu (5/10/2019).

AYO BACA : Terkait Rekayasa Lalin Jalan Jakarta, Dishub Bandung Tunggu Rekomendasi

Meski demikian, dia menilai pembangunan fly over tersebut diperlukan sebagai jalur alternatif atasi kemacetan. Siska berharap pengerjaan fly over ini jangan sampai molor sehingga dampaknya dapat dirasakan masyarakat.

"Kalau untuk pembangunannya sih bagus, semoga ada fly over biar enggak macet. Tapi pembangunannya jangan molor dan cepet beres saja," katanya.

 

AYO BACA : Setahun Oded-Yana: Birokrasi dan Tata Kota, Pengamat Beri Nilai Empat

Sementara itu, Kasubdit Gasus Turjawali Polrestabes Bandung Iptu Pepen menjelaskan, untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di ruas jalan sekitar pembangunan fly over, pihaknya mulai melakukan rekayasa lalu lintas. 

"Pengalihan arus ke Jalan Sukabumi dari arah Jalan Jakarta itu sifatnya situasional. Dilakukan apabila benar-benar terjadi kepadatan di sepanjang Jalan Jakarta, Antapani, dan Ibrahim Adjie," katanya. 

Dia menerangkan, rekayasa dilakukan di Jalan Supratman karena saat ini sebagian jalannya sudah ditutup untuk pengerjaan pembangunan fly over

"Namun kaitannya pekerjaan di Jalan Supratman, sudah ada penggalian, buat dua lajur belok ke Jalan Ahmad Yani dan belok kanan. Ke Jalan Supratman bisa lewati Jalan Bengawan, Jalan Sawo, Jalan Nanas, Jalan Mangga maupun Jalan Riau," terangnya. 

"Jalan Bengawan dari atas kita tutup, jadi hanya dibuat satu arah dari bawah ke atas. Itu simulasi rekayasa sementara, dan sifatnya tentantif atau situasional," tambah Pepen. 

Ditambahkannya, sebanyak 13 personel kepolisian pun ditempatkan pada titik rawan kemacetan. Dengan begitu, pengaturan arus lalu lintas bisa lebih optimal.

AYO BACA : Sesuai Namanya, Jalan Jakarta Selalu Macet!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar