Yamaha Lexi

Unik! Sumur Tua di Batujajar Tak Pernah Kering Meski Kemarau

  Jumat, 04 Oktober 2019   Tri Junari
Sumur tua di Kampung Gunung Sanggar RT02 RW01, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang airnya tak pernah kering. (Tri Junari/ayobandung.com)

BATUJAJAR, AYOBANDUNG.COM -- Berbeda dengan sumur timba pada umumnya yang mengering saat kemarau panjang, air sumur tua di Kampung Gunung Sanggar RT02 RW01, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini justru tetap melimpah.

Junaedi (50), warga sekitar, menuturkan sumur dengan diameter 150 centimeter dengan kedalaman sekitar 20 meter ini terbilang unik. Sumur timba dengan dinding bata merah tersebut tidak pernah mengering sejak digali pada 1989. 

"Ada sumur warga jaraknya 500 meter tapi kalau kemarau pasti menyusut nggak ada airnya. Uniknya sumur ini tidak pernah kering," ungkap Junaedi saat menimba air di sumur itu, Jumat (4/10/2019). 

Sumur tua yang letaknya ditengah persawahan itu kini menjadi andalan warga di tiga RT. Tak sedikit pula warga dari luar kampung datang sengaja dengan membawa jerigen untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangganya.

AYO BACA : Darurat Kekeringan, Pemkab Bandung Berupaya Selamatkan Lahan Tanam

"Dari tahun 1989 belum pernah airnya mengering, jadi saat musim kemarau seperti sekarang, sumur ini hanya satu-satunya sumber air bagi warga di sini," ujar  dia

Menurutnya, saat kemarau maupun musim penghujan ketinggian permukaan air tidak pernah naik. Air hanya ada didasar sumur, jika pun susut dalam hitungan menit air bersih ini bisa kembali ditimba.

"Semua warga memang mengambil air dari sumur ini, alhamdulillah airnya selalu ada meskipun kemarau. Saat ini sumber air warga yang pakai jetpam sudah kering," kata Junaedi.

Ia mengatakan, selama ini warga setempat merasa terbantu dengan adanya sumur tua ini, karena selain airnya tidak pernah kering, sumur ini juga airnya sangat jernih dan tidak pernah kotor.

AYO BACA : BPBD Bandung Distribusikan 995.000 Liter Air Bersih Selama Kemarau

"Saya kan suka kerja mencangkul di sawah ini, kalau kehabisan air minum, saya langsung minum saja karena jernih tak berbau," kata dia.

Warga lainnya Sukaesih (47), mengatakan selama musim kemarau warga memang sangat mengandalkan air sumur tua tersebut untuk kebutuhan memasak, mandi, dan mencuci karena air jetpam di rumahnya sudah tidak mengalir.

"Warga di sini sempat dibuatkan sumur menggunakan jetpam dari pemerintah, namun hanya bisa berfungsi selama 3 hari saja karena butuh pasokan listrik tinggi," katanya.

Ia mengaku, setiap hari menimba air dari sumur tersebut. Ketika airnya habis dalam waktu 10 menit, air di dalam sumur tersebut terisi kembali dengan sendirinya.

"Iya kalau airnya habis harus menunggu dulu 10 menit, nanti airnya terisi lagi sendiri dan bisa ditimba," katanya.

Kedua warga tersebut mengaku, selama musim kemarau wilayahnya memang mengalami krisis air bersih. Beruntung, dengan adanya sumur tua ini, mereka bisa terbantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

AYO BACA : Sebagian Jabar Berstatus Waspada dan Awas Kekeringan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar