Yamaha

Rektor IPB Sebut Oknum Dosen AB Aktif di Kelompok Tertentu

  Selasa, 01 Oktober 2019
Rektor IPB Arif Satria (ketiga kanan) bersama Rektor Wageningen University and Research Belanda, Arthur P.J Mol (keempat kanan) menyanyikan lagu Indonesia Raya saat Sidang Terbuka Dies Natalis ke-56 IPB, Gedung Grha Widya Wisuda, Kampus Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/9/2019). (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Penangkapan dosen Institut Pertanian Bogor, AB, masih menjadi perhatian akhir-akhir ini. Rektor IPB Arif Satria mengatakan, dosen tersebut cukup aktif di organisasi atau kelompok kajian tertentu.

"Ada study club, tapi untuk sementara anonim saja dulu (nama kelompoknya)," ujar dia ketika dihubungi Republika melalui pesan singkat, Senin (30/9/2019).

Sebagai dosen di kampus yang dipimpinnya tersebut, Arif mengklaim akan melakukan empat sikap IPB terkait kasus tersebut. Poin pertama, IPB akan menghormati setiap proses hukum yang berlaku dan juga akan menunggu kepastian hukum yang berlaku pada AB. Kedua, IPB mengharapkan agar kasus tersebut bisa dilakukan secara transparan, adil dan akuntabel.

AYO BACA : Oknum Dosen Ditangkap Karena Bom Molotov, Ini 4 Sikap Resmi IPB

Selanjutnya, IPB yang memiliki aturan terkait dosen baik itu norma atau etika, juga sejalan dengan setiap ketentuannya. Poin terakhir terkait sikap IPB tersebut, pihaknya akan berkomitmen untuk menentang segala aksi kekerasan yang berpotensi merusak dan memecah belah bangsa.

Menurut Arif, di lingkungan kampus, AB merupakan dosen yang baik. Oleh karena itu, ia merasa kaget ketika mendengar bahwa AB ditangkap petugas keamanan.

"Karena beliau dosen yang sangat baik dan suka menolong," kata dia.

AYO BACA : Pelajar Pembawa Bom Molotov Saat Aksi Diamankan Polisi

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala biro komunikasi IPB Yatri Indah. Menurut dia, mahasiswa, dosen dan pegawai IPB mengenal dosen yang bersangkutan tersebut sebagai sosok yang baik.

Hubungan tersebut juga dijaga oleh AB terhadap kolega dosen ataupun mahasiswa.

Namun, ketika ditanya terkait partisipasi AB si organisasi atau kelompok tertentu lainnya, Yatri menegaskan, pihaknya masih akan mencari informasi tersebut.

"Sejauh ini kami masih menggali keterangan terkait AB," kata dia.

Oknum dosen IPB berinisial AB ditangkap karena kepemilikan bahan peledak yang diduga terkait dengan aksi unjuk rasa di Jakarta. Hal tersebut terjadi setelah ia diduga menguasai, menyimpan, mengangkut, menyerahkan atau bahkan berusaha menyerahkan bahan peledak. Hal tersebut sudah jelas diatur dalam Pasal 1 ayat (1) UU darurat Nomor 12 tahun 1951.

AYO BACA : Terduga Teroris Belajar Rakit Bom di Kosan Cimahi

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE