Yamaha Aerox

Menikmati Pertunjukan Orkestra di Tengah Hutan Ala Forestra 2019

  Senin, 30 September 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Forestra 2019. (Dok. Orchid Forest Cikole)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Mengusung ide acara bernada Orkestra di tengah hutan, Forestra 209 berhasil untuk kedua kalinya menakjubkan para penonton dengan runutan penampil yang berpadu mesra dengan alam. Terlebih dengan nuansa di tengah mega stage menjadi pusat perhatian para pengunjung di Orchid Forest Cikole, Lembang, Sabtu (28/9/2019) malam.

Barry Akbar selaku CEO Orchid Forest Cikole  menyampaikan, Forestra 2019 adalah pertunjukan musik yang diusung Orchid Forest Cikole untuk mengajak masyarakat luas dekat dengan alam agar dan semakin terbiasa memperlakukan lingkungan dengan baik. 

“Sangat luar biasa dapat melahirkan produk musik sangat berkelas dan berkolaborasi bersama maestro-maestro Indonesia. Diharapkan acara ini tetap konsisten dan menjadi brand orchestra di hutan terbaik di Indonesia,” ungkap Barry dalam keterarangan resmi yang diterima ayobandung.com, Senin (30/9/2019)

Dalam Forestra 2019, Barry melanjutkan para penonton diberi kesempatan untuk menikmati keindahan lokasi Orchid Forest Cikole sebagai venue acara Forestra dan mengunjungi berbagai atraksi dan wahana yang sudah tersedia. 

Untuk pertunjukan para penampil, Adhitia Sofyan membuka acara Forestra 2019 dan langsung mempererat suasana dengan rangkaian performance lagu-lagu khasnya yang merdu dan syahdu seperti Forget Jakarta dan Adelaide Sky. Float kemudian melanjutkan pertunjukan di atas mega stage Forestra 2019 tepat saat matahari terbenam dan mewarnai langit dengan nuansa oranye yang berpadu manis dengan pepohonan pinus yang tinggi menjulang. 

Didukung penuh oleh Wonderful Indonesia, Forestra 2019 dihadiri oleh 3.124 penonton dengan mega stage yang telah didesain oleh Jay Subyakto berhasil memukau para pengunjung saat hari berpindah ke malam dengan rancangan pencahayaan yang menakjubkan dan skala panggung yang luar biasa besarnya. Apalagi pertunjukan Forestra yang telah memadat dan ramai pengunjung, berlanjut dengan Maliq & d’Essentials yang seperti biasa selalu berhasil membuat para penggemar berseru ria. 

Sebelum melanjutkan ke acara utama yang menampilkan para pemain orkestra dan kolaborasi yang kian ditunggu-tunggu, Barry Akbar selaku CEO Orchid Forest Cikole menyampaikan tanda terima kasih kepada Jay Subyakto, Erwin Gutawa dan Joni B.S Nugroho dengan penyerahan bunga anggrek. Dia juga mengajak para penonton untuk bergabung dalam momen mengheningkan cipta bagi saudara sebangsa yang terkena bencana kebakaran hutan dan juga untuk segala gejolak politik yang kini sedang marak terjadi di Tanah Air ini. 

Saatnya para pemain Erwin Gutawa Orkestra bersiap untuk menampilkan pertunjukan Orkestra di tengah hutan yang menjadi sorotan utama acara ini. Dengan total 45 pemain, panggung kini semakin ramai dan penonton semakin heboh. Erwin Gutawa Orkestra memulai dengan alunan indah yang menyatu pas dengan keindahan alam hutan dan tak kalah membuat para penonton takjub. 

Penonton terpukau kala Mondo Gascaro muncul sebagai performer pertama dalam deretan kolaborasi Erwin Gutawa Orkestra dan menyanyikan lagunya Dan Bila dan juga lagu Fariz RM Sakura. 

Pertunjukan dilanjut dengan Teza Sumendra yang dalam sekejap menghangatkan udara dingin Lembang dengan kolaborasinya bersama Erwin Gutawa Orkestra membawa lagu Dewiq ft. Ipang Bete. Teza Sumendra lanjut dengan lagunya I Want Your Love, lagu yang berhasil membuat para penonton wanita bersorak genap. 

Kemudian panggung diisi oleh Kelompok Penerbang Roket, kolaborasi yang paling ditunggu-tunggu. Band bergenre Rock ini memulai dengan dentuman keras dan genjrengan khas mereka yang dengan mulusnya berpadu dengan alunan tegas orkestra. Penonton tertegun dengan one-of-a-kind kolaborasi ini dan betapa kedua dapat bersatu dengan sempurna.

Isyana Sarasvati lalu melanjutkan pertunjukan Forestra 2019 dan memulai dengan menyanyikan 'Melati Suci' lagu karya Guruh Soekarno Putra dan menunjukan skill menyanyi yang tidak tertandingi. Isyana lalu bercengkrama dengan para penonton dan mengingatkan akan kepentingannya menjaga alam ini. 

“Mau dong ya anak dan cucu-cucu kita bisa nikmatin ini semua juga,” seru Isyana sebelum berlanjut ke lagunya 'Kau Adalah'. 

Terakhir Once Mekel maju ke panggung dan penonton bersorak meriah tidak sabar menyaksikan pertunjukan dengan penyanyi legendaris ini. Suara khasnya mengisi seluruh ruang di hutan pinus Orchid Forest Cikole bersama dengan Erwin Gutawa Orkestra yang dengan rapi mengiringi semua melodi suara Once. Lagu Kucinta Kau Apa Adanya dibawa dengan indah dan diiringi juga dengan suara-suara penonton yang ikut bernyanyi bersama. 

Once lanjut menampilkan sebuah tribute kepada Chrisye dengan membawa medley lagu-lagu legendaris Chrisye. Ia menutup penampilannya dengan berterima kasih kepada penonton dan bersyukur kepada alam telah memperindah pengalamannya di Forestra. 

“Beruntung sekali kita dapat berkumpul di malam hari ini di tengah hutan Orchid Forest Cikole untuk lebih dekat dengan alam melalui musik yang luar biasa indah” ujar Once Mekel saat masih di panggung. 

Forestra 2019 lalu ditutup oleh penampilan dari Club Dangdut Racun, duo yang tidak pernah absen menghibur penonton-penonton dimanapun mereka tampil. Mulai dari Bohemian Rapsody sampai A Whole New World, semua dibungkus ulang dengan nuansa dangdut.

Penonton Forestra 2019 datang dengan ekspektasi yang didobrak ketika semua melampaui perkiraan mereka. Cuaca yang cerah dan mendukung, lokasi yang asri dan segar, musik yang berkualitas dan terdireksi dengan sempurna, stage yang megah menakjubkan dan perkenalan untuk sebagian kepada musik Orkestra, semua menjadi alasan untuk tersenyum dan meninggalkan Forestra 2019 dengan hati yang senang. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar