Yamaha

Darurat Kekeringan, Pemkab Bandung Berupaya Selamatkan Lahan Tanam

  Senin, 30 September 2019   Fira Nursyabani
Petani menyiram kebun kol menggunakan alat penyiram otomatis di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Selasa (24/9/2019). (Yulianto Catur Nugroho/Magang/ayobandung.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Selama kemarau panjang, berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, salah satunya dalam menyelamatkan standing corp atau lahan tanam. Upaya tersebut terus dilakukan sejak ditetapkannya status tanggap darurat, yaitu melalui Keputusan Bupati (Kepbup) Bandung Nomor 365/Kep.444-BPBD/2019) pada Agustus lalu.

Kepada Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Bandung Tisna Umaran mengatakan, jajarannya terus berjibaku agar standing corp yang memiliki sumber air dapat terselamatkan.

“Kalau tanaman dalam masa jelang panen, itu relatif aman. Bahkan kondisi lahan yang kering, justru akan mendorong produktivitas. Tapi di sisi lain, kita juga melakukan percepatan tanam,” ucap Tisna, dalam keterangan resmi yang diterima ayobandung.com, Minggu (29/9/2019).

AYO BACA : Kekeringan Persawahan Tasik Bertambah 86 Ha dalam Dua Pekan

Menurut dia, salah satu gerakan percepatan tanam dilakukan di Kelurahan, Wargamekar Kecamatan Baleendah. Pihaknya menargetkan percepatan tanam di lahan seluas 150 hektar, sebagai upaya untuk mendapatkan harga jual yang tinggi.

“Apabila bisa dilakukan penanaman, saya pikir nanti pada saat panen akan memperoleh harga yang sangat bagus. Secara merata wilayah Jawa Barat masih dilanda kekeringan, akibatnya jumlah area tanam relatif berkurang sementara kebutuhan tetap tinggi. Sehingga jika ada kelompok tani yang masih punya sumber air, kemudian sudah panen dan ingin melakukan percepatan tanam, kita akan dukung dan dorong dengan bantuan alat dan sarana lainnya,” tutur Tisna Umaran.

Di area sawah yang masih memiliki sumber air, ia mendorong percepatan tanam komoditas yang mempunyai nilai ekonomi lebih.

AYO BACA : Sebagian Jabar Berstatus Waspada dan Awas Kekeringan

“Lakukanlah sekarang untuk menanam tanaman yang umurnya pendek. Misalnya sayuran dataran rendah, kemudian palawija seperti sosin, daun bawang dan kacang panjang. Tanaman tersebut umurnya relatif pendek, menanamnya relatif sedikit sehingga akan menjadi penghasilan yang menguntungkan bagi petani,” imbau Tisna.

Selain sawah, seluruh komoditas perkebunan dan hortikultura pun terkena dampak kekeringan. Namun kemarau ekstrem, menurut Tisna, dapat merangsang pembuahan pada tanaman. Kondisi kering, juga diperlukan untuk tanaman tahunan, buah-buahan, dan tanaman perkebunan.

“Pembuahan di musim kemarau lebih bagus, karena tanaman yang stres akan melakukan perlawanan dengan cara bereproduksi. Jadi kemarau akan memberikan rangsangan untuk mengeluarkan bunga dan buah, hasilnya akan lebih bagus,” jelas dia.

Ia mencontohkan tanaman kopi. Seusai panen terjadi kemarau ekstrem, dan pada saat musim hujan akan terjadi pembungaan. “Jadi pada musim yang akan datang, bisa terjadi percepatan panen. Termasuk dari segi produktivitasnya, juga akan lebih meningkat,” kata dia.

AYO BACA : Kabupaten Indramayu Terancam Kekeringan Ekstrem

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar