Yamaha

2 Jam Tak Ada Gempa Susulan, Warga Ambon Boleh Kembali ke Rumah

  Jumat, 27 September 2019   Dadi Haryadi
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (kanan) mengunjungi pasien korban gempa yang dirawat di rumah sakit lapangan yang dibangun TNI di kompleks Kampus Universitas Darussalam, Desa Tulehu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Jumat (27/9/2019). (Antara)

AMBON, AYOBANDUNG.COM--Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan pengungsi gempa Ambon bisa kembali ke rumah bila dalam tempo dua jam tidak ada gempa susulan yang terjadi.

"Bila terlalu lama di tempat pengungsian, dapat muncul masalah baru seperti makanan, kesehatan, sanitasi dan lainnya," kata Doni di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Doni memantau langsung penanganan gempa Ambon, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Dalam kunjungannya ke Ambon, Doni juga mengimbau masyarakat untuk segera mencari lokasi yang aman bila merasakan gempa besar yang terjadi lebih dari 20 detik.

AYO BACA : Gempa Magnitudo 6,8, Warga Leihitu Panik Khawatir Tsunami

BNPB memberikan bantuan dana siap pakai Rp1 miliar yang akan digunakan untuk operasional penanganan darurat. Selain itu, BNPB juga memberikan bantuan logistik senilai Rp515 juta.

Bantuan logistik yang diberikan berupa matras, sandang, perlengkapan keluarga, dan selimut yang sesuai dengan kebutuhan warga terdampak sesuai dengan hasil kaji cepat yang dilakukan.

Gempa dengan Magnitudo 6,5; yang sebelumnya dilaporkan Magnitudo 6,8; mengguncang wilayah Maluku pada Kamis (26/9) pukul 06.46 WIB pada kedalaman 10 kilometer di 40 kilometer Timur Laut Ambon.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis gempa susulan dengan magnitudo 5,6 pada Kamis (26/9) pukul 07.39 WIB dengan kedalaman 10 kilometer di 18 kilometer Timur Laut Ambon.

AYO BACA : BMKG: Indonesia Alami Gempa 5.000 Hingga 6.000 Kali Setahun

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar