Yamaha

Kemarau Panjang Menjadi Awal Peningkatan Produksi Pertanian

  Jumat, 27 September 2019   Mildan Abdalloh
Ilustrasi (Antara)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM--Kemarau panjang diperkirakan akan menjadi awal peningkatan produksi pertanian pada musim panen tahun depan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran mengatakan kemarau ekstrim yang terjadi saat ini, membuat semua komoditas pertanian akan terdampak berupa penurunan produksi.

Namun ada sisi bagus dari dampak kemarau ekstrim yang terjadi sekarang, yakni akan ada peningkatan produksi pada panen selanjutnya.

AYO BACA : Persiapkan Hal-hal Ini Sebelum Memutuskan Menikah

"Kemarau ekstrim bisa merangsang perubahan produksi menjadi lebih bagus," tutur Tisna, Jumat (27/9/2019).

Dia menjelaakan, saat kemarau panjang tanaman akan mengalami stres berat karena kekurangan air. Namun secara alamiah, tanama yang stres akan melakukan perlawanan.

"Saat stres, tanaman akan melawannya dengan melakukan reproduksi," ujarnya.

AYO BACA : Polisi Tembak Tersangka Pembacokan Pegawai SPBU

Pada saat terkena hujan setelah lama mengalami kekeringan, tanaman akan terangsang untuk berbunga dan berbuah. Kondisi seperti ini akan berdampak terhadap produksi di masa panen yang akan datang.

"Jadi bisa ada percepatan panen dan produksi," ucapnya.

Dia mengungkapkan hampir semua komoditas pertanian yang akan mengalami peningkatan produksi. Namun yang paling besar diperkirakan akan terjadi pada tanaman buah tahunan, seperti kopi.

"Kami prediksi, kopi saat awal musim hujan akan ada pembungaan yang meningkat. Secara otomatis, produksi juga akan meningkat," tutupnya.

AYO BACA : Kemarau Panjang, Distan Dorong Petani Percepat Tanam

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar