Yamaha Mio S

Curhatan Sopir Angkot di Ultah Kota Bandung ke-209

  Rabu, 25 September 2019   Faqih Rohman Syafei
Angkot trayek Cicaheum-Ledeng. (Faqih Rohman Syafei/Ayobandung.com)

CICAHEUM, AYOBANDUNG.COM--Pada hari ini, Rabu (25/9/2019) Kota Bandung resmi menginjak usia ke-209 tahun. Di umurnya yang sudah melebihi dua abad ini, wajah Kota Bandung telah banyak berubah.

Pembangunan infrastruktur di sudut-sudut Kota Bandung menjadikannya sebagai kota metropolitan. Bahkan, kota ini pun terkenal sebagai kota kreatif serta menjadi destinasi favorit wisata kuliner.

Semua embel-embel tersebut tidak serta merta memudahkan semua warganya mencari nafkah di kota ini. Terlebih bagi, profesi sopir angkutan kota (Angkot) yang kian hari semakin sulit mengumpulkan pundi-pundi rupiah. 

Hal tersebut diungkapkan, Japen Sitepu (48) yang sudah berprofesi sebagai sopir Angkot sejak tahun 1994. Dirinya pun mengaku datang ke Kota Bandung pada 25 tahun lalu untuk mengadu nasib.

AYO BACA : Ini Harapan Warga di Hari Jadi Kota Bandung ke-209

"Dari tahun 1994 sudah jadi sopir, saya ini pendatang dari Medan, Sumatera Utara pada tahun 1994," ujarnya saat ditemui Ayobandung.com di Terminal Cicaheum, Rabu (25/9/2019).

Bapak dua orang anak ini mengaku, beberapa trayek di Kota Bandung telah pernah dijajalnya selama menjadi sopir Angkot. Namun sekitar dua tahun terakhir ini, pendapatannya semakin berkurang lantaran adanya transportasi daring.

Kini setiap harinya, Japen hanya mampu mendapatkan uang sekitar Rp50 ribu. Tetapi beberapa tahun kebelakang bisa mencapai Rp150 ribu hingga RP200 ribu per hari. 

"Trayek ganti-ganti, dari Sarijadi, Ciwastra, Binong sekarang Cicaheum - Ledeng. Sekarang jadi supir susahnya minta ampun, banyak taksi online, Gojek sama motor sudah banyak," katanya.

AYO BACA : HUT ke-209, Kota Bandung Belum Ramah Difabel

"Ke dapur saja sudah gak cukup, cuman terpaksa. Sampai sekarang semakin hari, semakin berat saja. Saya gak bisa lagi cerita, soalnya rencana pemerintah ini mau mematikan angkot ini, izinnya juga gak dikeluarin lagi jadi saya gak tahu lagi mau apa," tambahnya.

Menurutnya, Kota Bandung saat ini sudah banyak berubah dengan pembenahan dari berbagai aspek. Tapi bagi dirinya, perubahan tersebut tidak menjangkau seluruh warganya. 

"Dari infrastruktur dan pelayan publik, bikin KTP jadi gak ada biaya lagi tapi semakin ribet saja. Perubahan itu semakin susah hidup ini cari duit," ungkapnya. 

Dia berharap kedepannya Pemerintah Kota Bandung dapat lebih memperhatikan lagi semua warganya. Terutama menyangkut aspek pendidikan dan kesehatan yang sulit di akses oleh sebagian warganya. 

"Ya diperhatikan rakyat kecil, jangan dipersulit. Inginnya pendidikan gratis tapi nyatanya tidak, seperti ini dana BOS saya tidak pernah dapat. Tapi tetangga kami dapat bantuan, tapi anak saya tidak. Apa mentang-mentang pendatang atau gimana gitu," pungkasnya.

AYO BACA : Nuansa Sunda Terasa Kental pada Upacara HUT ke-209 Kota Bandung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar