Yamaha Lexi

Mahasiswa Ajak Eks Aktivis 98 Ikut Demo

  Selasa, 24 September 2019   Republika.co.id
Ilustrasi—Mahasiswa gabungan dari berbagai Perguruan Tinggi di Banten berunjuk rasa di Jalan Ahmad Yani, Serang, Selasa (24/9/2019). Mereka bergabung dengan elemen pergerakan lainya menolak pengesahan UU KPK dan rancangan KUHP karena dinilai bertentangan dengan prinsip-prinsip pemerintahan yang bersih, demokrasi dan HAM. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/pd)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Kericuhan mulai pecah di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, sejak pukul 16.15 WIB. Massa aksi merasa bahwa anggota dewan tak mampu mengabulkan tuntutan mereka.

Orator yang berada di atas mobil komando ingin agar Ketua DPR Bambang Soesatyo menemui mereka. Selain itu, massa aksi mengajak mantan aktivis 1998, seperti Adian Napitupulu dan Desmond J Mahesa.

Massa ingin agar Bamsoet menemui mereka sebelum pukul 16.00 WIB. Namun, keinginan itu tak terkabulkan karena politisi Partai Golkar itu sedang mengikuti rapat paripurna.

AYO BACA : Setelah Aksi, Mahasiswa dan TNI Salat Berjamaah di Depan Gedung Sate

"Kami ingin pimpinan DPR Pak Bamsoet datang ke sini mendengarkan aspirasi kita secara langsung," ujar seorang orator di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Sekira pukul 16.15 WIB, massa marah akibat mereka tak diperbolehkan masuk ke dalam Gedung DPR.

Selain itu, tidak adanya pimpinan DPR yang menemui mereka, membuat amarah massa semakin menjadi.

AYO BACA : Pengesahan 4 RUU Resmi Ditunda DPR RI

Puncaknya terjadi pada pukul 16.20 WIB, saat massa mulai berusaha merusak pagar Gedung DPR. Akhirnya, dua pagar berhasil dirubuhkan massa.

Watercannon yang sudah sedari tadi dipersiapkan mulai dioperasikan. Air pun ditembakkan ke arah pagar yang rusak tersebut, agar massa tak merangsek masuk.

Namun, massa yang marah mulai melempari halaman Gedung DPR dengan batu dan botol ke arah polisi yang bertugas. Saat ini situasi dan kondisi masih berlangsung ricuh.

Polisi juga telah menembakan gas air mata ke arah massa. Namun, situasi tak kunjung kondusif. Justru, massa mulai mengamuk dengan melempari halaman Gedung DPR RI dengan batu dan botol. Saat ini, konsentrasi massa berpindah ke arah Palmerah.

AYO BACA : Demo Mahasiswa di DPR Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar