Yamaha Lexi

Tingkatkan Produksi Jadi Solusi Selamatkan Petani Kopi

  Senin, 23 September 2019   Mildan Abdalloh
Petani memetik biji kopi. (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM--Harga yang terlalu tinggi membuat kopi Kabupaten Bandung di pasar internasional terancam.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Tisna Umaran mengatakan saat ini harga pasaran kopi di pasar internasional sedang turun. Kondisi tersebut membuat sejumlah negara penghasil kopi kelimpungan.

"Di Brasil saja, banyak petani yang membongkar kopi karena harganya yang kurang bagus," tutur Tisna, Senin (23/9/2019).

AYO BACA : Kabupaten Bandung Siap Jadi Pusat Kopi Jabar

Saat ini harga pasaran kopi dunia berkisar antara 5-6 USD/Kg. Harga tersebut jauh lebih murah dibanding dengan kopi asal Kabupaten Bandung yang mencapai 10-12 USD/ Kg.

Harga yang tinggi tersebut diakibatkan oleh kualitas kopi Kabupaten Bandung yang lebih unggul dibanding kopi dari negara lain seperti Brasil dan Kolombia.

"Dari sisi mikro, memang harga tinggi itu bagus untuk kesejahteraan petani, tapi pembelinya terbatas," ujarnya.

AYO BACA : Kopi Kabupaten Bandung Mendunia, Petani Perlu Miliki Kemampuan Cuping

Padahal konsumsi kopi di pasar internasional sebagian besar merupakan mix atau campuran yang tidak membutuhkan kualitas kopi terbaik. Sementara kopi asal kabupaten Bandung merupakan kopi single origin yang akan rugi jika diolah secara mix seperti membuat latte.

"Konsumen itu menginginkan kualitas bagus dengan harga rendah. Kalau menurunkan harga juga tentu petani akan merasa kaget," ujarnya.

Sehingga kata Tisna salah satu upaya yang akan dilakukannya adalah meningkatkan produktifitas. Produksi kopi di Kabupaten Bandung masih bisa ditingkatkan kembali.

Saat ini, produksi kopi di Kabupaten Bandung setiap hektarnya kurang dari 1 ton. Padahal masih bisa ditingkatkan menjadi lebih dari 2 ton/hektar jika merawatnya secara benar seperti melakukan pemupukan dan penyiraman secara rutin, juga pola tanam yang sesuai.

"Kalau produktifitasnya bisa dua kali lipat, maka dengan harga 5-6 dolar/kg juga petani tidak akan merasa rugi, karena untung yang didapatnya masih seimbang dengan sekarang," paparnya.

Pihaknya akan meminta Statbucks untuk membangun demplot di Kabupaten Bandung, sebagai percontohan peningkatan produktifitas kopi.

AYO BACA : Harga Kopi Melambung Tinggi, Petani Harus Waspada

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar