Yamaha Aerox

Simak Tips Influencer Meramu Konten Hingga Dikenal Brand

  Senin, 23 September 2019   Nur Khansa Ranawati
Heidiana Tjahjadi. (Nur Khansa Ranawati/ayobandung.com)

CIDADAP, AYOBANDUNG.COM -- Saat ini, peran sebagai influencer atau orang yang memiliki pengaruh di berbagai jenis media sosial banyak diminati oleh masyarakat.

Meskipun sekilas terkesan mudah dan sekadar 'modal narsis', namun, lebih daripada itu, seorang influencer dituntut untuk dapat konsisten menghasilkan konten media sosial yang berkualitas dan mampu menggerakkan para followers atau pengikutnya untuk berbuat sesuatu.

Salah satu influencer di bidang kecantikan atau beauty influencer asal ibu kota, Heidiana Tjahjadi adalah salah satu yang memahami hal tersebut. Meskipun Instagram-nya saat ini "baru" memiliki 13.000-an pengikut, namun Heidi sudah menjalin sejumlah kerja sama dengan brand-brand kecantikan baik di dalam maupun luar negeri.

Padahal, dia mengatakan, umumnya brand luar negeri kerap melirik influencer yang memiliki puluhan hingga ratusan ribu pengikut.  Belum lagi, dia merupakan 'pemain baru' di bidang tersebut.

"Meski followers termasuk sedikit, tapi brand mau percaya. Kuncinya adalah mendahulukan kualitas dibanding kuantitas," ungkapnya ketika ditemui Ayobandung.com di kafe Nara Park Bandung beberapa waktu lalu.

AYO BACA : Sejumlah Youtuber Siap Berbagi Ilmu di Bandung

Untuk menciptakan konten yang berkualitas, ibu dari dua anak ini mengatakan bahwa keunikan menjadi nilai penting. Hal tersebut dapat muncul melalui upaya masing-masing memanfaatkan sumber daya yang dimiliki semaksimal mungkin dan berlatih mengenal hal menarik dalam diri sendiri.

"Yang aku harapkan influencers itu bisa mendapatkan ciri khas mereka. Peralatan enggak harus mahal, semua berproses. Aku selalu mendorong orang untuk memaksimalkan alat yang dia punya, kalau sudah benar-benar paham baru bisa naik tingkat," ungkapnya.

Dia mencontohkan, apabila seorang beauty influencers tidak memiliki perlengkapan lighting untuk berfoto atau membuat video, cahaya alami matahari bisa dimanfaatkan. Dari sini, kreativitas untuk melatih percaya diri dengan mencari sudut-sudut pengambilan gambar terbaik lewat sumber daya seadanya dapat terasah.

"Kalau kita enggak ngerti tekniknya, mau dikasih kamera canggih pun sama saja. Seiring dengan berjalannya waktu akan mengenal diri sendiri. Mulai dari belajar pakai alatnya, belajar tips dan triknya, sampai akhirnya menemukan gaya konten yang kita nyaman membuatnya," paparnya.

Gaya konten dalam dunia kecantikan, Heidi mengatakan, bisa diramu dalam berbagai macam gaya. Intinya adalah kreatif menonjolkan keunikan diri.

AYO BACA : Media Siber dan Eksploitasi Konten Berita Konflik

"Ada yang pakai ciri khas lucu, banyak bercanda saat pakai make-up. Ada juga yang pakai gimmick macam-macam, atau bikin cerita, pakai dialog, atau sambil pakai aksesoris tertentu. Balik lagi ke karakter masing-masing. Menjadi kreatif itu luas banget. Selama unik dan menarik, orang akan tertarik," jelasnya.

Kemampuan komunikasi dan menyampaikan pesan

Selain membuat konten yang menarik, sebagai influencer, seseorang tentu juga harus mampu menyampaikan pesan kepada khalayak sasaran. Untuk menjadi representasi sebuah brand, influencer harus mampu mengkomunikasikan pesan yang diinginkan dari produk yang bersangkutan melalui gaya masing-masing.

Dia mencontohkan kerja samanya selama setahun belakangan dengan salah satu produk kontak lens yang sudah belasan tahun berada di pasar Indonesia.  Hal yang membuat brand tersebut terus mempercayai dia, Heidi mengatakan, adalah karena dia dapat menonjolkan kelebihan kontak lens tersebut melalui konten yang dibuat.

"Gimana caranya bisa menampilkan isi pesan dan kelebihan softlens ini melalui visual video, itu poin yang enggak gampang dilakukan karena softlens kan hanya menonjolkan mata. Jadi aku coba kemas itu agar nyambung dengan produk-produknya dan lebih banyak dikenal anak muda," ungkapnya.

Untuk itu dapat memahami hal yang diinginkan brand, komunikasi yang baik dengan pihak brand pun mutlak diperlukan. Hal ini juga dinilai dapat menjadi modal untuk membangun kerja sama berkepanjangan dengan brand-brand tersebut.

"Aku suka ketemu langsung dengan para brand, sehingga mereka bisa menilai kita lewat ngobrol langsung. Aku juga berusaha memahami branding mereka seperti apa, dan apakah ide-ideku sesuai dengan konsep mereka. Inisiatif menawarkan ide juga biasanya disambut responsif oleh mereka sehingga bisa lebih percaya. Sekali dapat kepercayaan brand, biasanya akan berlanjut terus," paparnya.

"Kalau mau mengejar brand besar dan internasional, kita harus terus ningkatin kualitas. Kesan pertama  juga penting. Kemampuan komunikasi itu penting, ini berlaku untuk yang follower-nya banyak maupun sedikit," tambahnya.

AYO BACA : Atta Beberkan Tekanan yang Dihadapi Content Creator

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar