Yamaha NMax

Usai Insiden Ezechiel Gagal Penalti, Ini Wejangan Robert Alberts

  Minggu, 22 September 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Latihan Persib Bandung, Minggu (22/9/2019). (Eneng Reni Nuraisyah Jamil/ayobandung.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM --  Persib Bandung kembali dalam posisi dilematis usai mengantongi hasil tak memuaskan saat menjamu Semen Padang, Rabu (18/9/2019) lalu. Kala itu, pertandingan di Stadion si Jalak Harupat itu harus berkesudahan dengan skor imbang 1-1.

Padahal sedianya, skuat Maung Bandung berkesempatan meraih kemenangan bila peluang tendangan penalti sukses dibukukan oleh sang striker, Ezechiel N'Douassel. Kegagalan Ezechiel mengeksekusi penalti usai laga membuat seisi stadion menyerukan 'EzeOut'.

Di sisi lain, meski ikut kecewa dengan penampilan Ezechiel, pelatih Persib Bandung, Robert Alberts tetap memaklumi kegagalan eksekusi penaltinya. Pasalnya lanjut Robert, pesepak bola dunia sekelas, Maradona, Lionel Messi, maupun Crisitano Ronaldo pun pernah mengalami kegagalan mengeksekusi tendangan penalti.

Karenanya, pelatih asal Belanda itu memberi motivasi kepada Ezechiel untuk tetap menegakkan kepala. "Saya rasa ini baru pertama Ezechiel gagal penalti di Bandung. Jadi itu bisa terjadi pada siapapun termasuk Maradona, Messi, atau Ronaldo yang juga pernah gagal penalti. Dan setelah itu orang-orang tetap mendukungnya, sama seperti di sini," ungkap Robert, Minggu (22/9/2019).

AYO BACA : Ini Curhatan Ezechiel Usai 'EzeOut' Menggema di Stadion

Oleh sebab itu, Robert juga mengaku ingin memastikan mental Ezechiel tak terganggu selepas kegagalan penalti di pertandingan terakhir. Robert berharap Ezechiel tak tekanan yang diberikan bobotoh. Justru, hal tersebut bisa menjadi pelecut semangatnya di pertandingan selanjutnya melawan Persipura untuk menunjukkan pembuktiannya.

"Saya bicara pada Ezechiel bahwa dia harus punya mental yang kuat. Ambil contoh dari pemain top di dunia yang tidak terpengaruh dengan kondisi seperti itu. Mereka bisa bangkit dan percaya diri untuk mengambil penalti lainnya," lanjut Robert.

Di sisi lain, Robert sadar ekspektasi bobotoh selalu tinggi. Terlebih menurut Robert, bobotoh merupakan suporter fanatik yang tentu tidak ingin melihat timnya kalah dalam pertandingan. Praktis kondisi itu harus diterima para penggawa Maung Bandung.

Meski begitu, menurut Robert, bobotoh juga tetap harus bisa menghargai para pemain. Lantaran para penggawa Maung Bandung yang bertanding telah berusaha memberikan permainan terbaiknya.

AYO BACA : Pelatih Persib Tepis Isu Keretakan Ezechiel-Kevin

"Dalam sepak bola, kamu harus hidup dengan tekanan. Jadi pemain harus paham dengan reaksi dari suporter jika tidak bisa meraih poin penuh. Tapi seperti saya katakan, suporter juga harus respek dan harus terus selalu mendukung tim maupun individu pemain," ujar dia.

"Bobotoh adalah suporter yang fantastis. Mempunyai hasrat yang besar untuk melihat tim menang setiap saat. Dan pemain harus menerima itu, itu bagian dari sepakbola. Kami tahu kemenangan bukan untuk kami sendiri tapi untuk Bobotoh. Bukan hanya bagi Persib sebagai tim tapi untuk Bobotoh," tambah Robert.

Usai kondisi ini, pelatih berusia 64 tahun itu yakin bobotoh akan terus mendukung Persib bagaimanapun kondisinya. Robert pun memaklumi kekecewaan bobotoh terhadap Ezechiel.

Namun dia juga menyakini kekecewaan itu hanya bagian dari riak fanatisme sepak bola. Selebihnya suporter akan selalu mendukung tim dan pemain untuk kembali bangkit.

"Jika Ezechiel merasa tertekan, itu tugas saya untuk memastikan dia bisa mengatasi itu. Musim lalu situasinya berbeda baginya karena bisa mencetak banyak gol, tapi kali ini dia gagal satu kali dan banyak yang marah padanya, tapi itu hanya reaksi dan saya yakin mereka tetap mendukung tim untuk laga berikutnya," ujarnya.

AYO BACA : Pelatih Persib Beberkan Alasan Ezechiel Gantikan Ghozali

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar