Yamaha Mio S

JNE dan Kebiasaan Jual Beli Online Kaum Hawa

  Sabtu, 21 September 2019   Rizma Riyandi
Ilustrasi Jual Beli Online (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Nafrah Alisti adalah wanita karier berusia 23 tahun. Ia bekerja di salah satu lembaga keuangan BUMN dan ditempatkan di Kabupaten Subang.

Setiap hari ia berangkat pagi dan pulang larut malam. Bahkan, saat akhir pekan ia kerap mengerjakan urusan-urusan kantor yang belum selesai.

Kesibukan tersebut membuat ia tidak memiliki banyak waktu luang. Apalagi untuk sekedar kongko atau cuci mata ke tempat-tempat perbelanjaan.

Awalnya, kondisi inilah yang memaksa ia berbelanja online saat membutuhkan sesuatu. "Mau ke pasar juga enggak punya waktu. Jadi, mending belanja online saja," ujarnya kepada ayobandung.com, Rabu (18/9/2019).

Menurutnya, selain karena kebutuhan, belanja online bisa jadi hiburan. Pasalnya, melihat-lihat barang di online shop saja sudah membuat wanita kelahiran 1996 ini senang.

Nafrah mengaku, dalam satu bulan ia bisa belanja online sebanyak tiga kali bahkan lebih, tergantung kebutuhan. Barang yang dibelinya pun bermacam-macam, mulai dari kosmetik, alat-alat rumah tangga seperti gorden, sampai pakaian dan sepatu.

Meski kadang kecewa dengan barang yang sudah ia beli, Nafrah tetap tak kapok berbelanja secara online. Bahkan kebiasaan belanja online seolah menjadi hobi baru baginya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat berbelanja online agar tidak kecewa. Pertama, perhatikan toko online tempat kita akan membeli barang.

"Perhatikan kualitas lapaknya. Kalau kita sudah tahu kualitas lapaknya bagus, berarti aman (untuk belanja online)," ujar Nafrah.

Selain itu, hal yang sangat diperhatikan Nafrah adalah jasa pengiriman barang yang digunakan. Setidaknya ada dua hal yang selalu ia utamakan saat memilih jasa pengiriman barang, yakni ongkos kirim dan kecepatan.

Sejauh ini Nafrah sering menjatuhkan pilihannya pada JNE Reg (Reguler). Pasalnya paket pengiriman barang menggunakan JNE Reg lebih tepat waktu dan murah.

AYO BACA : Jalan Dalem Kaum Tempat Wisatawan Berbelanja

"Paling jauh pengirimannya dari Batam. Alhamdulillah barangnya sampai tepat waktu," kata Nafrah. Ia sendiri mengaku puas dengan pelayanan JNE selama ini.

Hal serupa juga diungkapkan Dessy Irawan (27), asisten staf ahli FTA (Free Trade Agreement) Center Bandung yang juga melakoni bisnis online. Ia bahkan mengaku selalu menggunakan JNE saat harus mengirim barang. Termasuk untuk mengirim makanan.

Selain karena faktor ketepatan waktu dan tarif pengiriman, perempuan yang mulai berjualan online sejak 2015 ini memilih JNE karena outlet-nya ada di mana-mana. "Aku juga pilih JNE karena yang paling deket sama kosanku ya JNE," ujarnya.

Dessy bahkan mengaku sudah percaya dengan pelayanan JNE. Sebab, ia bisa memantau perkembangan pengiriman barangnya melalui situs web.

"Seandainya ada yang kurang jelas, kita kan bisa telpon. Informasi soal JNE juga jelas kok ada di web-nya," papar Dessy.

Pemilik brand dan toko online Kiwari Hijab, Risma Dewi Dahlia (26) juga mengungkapkan hal yang sama dengan Dessy. Perempuan yang berdomisili di Bandung ini memilih JNE karena faktor ketepatan waktu.

Bahkan, pelanggan toko online-nya yang kebanyakan perempuan karier dan mahasiswa, juga sama-sama memilih JNE untuk pengiriman barang.

"Kadang pakai JNE Oke, tapi kebanyakan pakai JNE Reg. Sejauh ini sih enggak ada kendala. Pengiriman paling jauh ke Palembang," katanya.

Risma menuturkan, rata-rata waktu pengiriman barang melalui JNE dua sampai tiga hari. Namun, jika sedang mujur, barang bisa sampai jauh lebih cepat, hanya satu hari.

Saat ini, Risma sendiri, cukup gencar memasarkan produknya lewat berbagai akun media sosial dan e-commerce. Antara lain Instagram, Facebook, dan Shoope.

Adapun tren jual beli online di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), e-commerce Indonesia dalam 10 tahun terakhir meningkat hingga 17% dengan total jumlah usaha e-commerce mencapai 26,2 juta unit. 

AYO BACA : Berburu Fesyen Branded di Cimol Gedebage

Menurut data Google & Temasek pada 2017, pembelian produk via e-commerce di Indonesia mencapai USD10,9 miliar atau sekira Rp146,7 triliun, meroket 41 persen dari angka USD 5,5 miliar atau sekitar Rp74 triliun pada 2015.

Angka ini tentu saja mampu mendongkrak bisnis jasa logistik di Indonesia. Pasalnya aktivitas jual beli online sangat membutuhkan dukungan jasa pengiriman barang.

Menurut data BPS, pertumbuhan jasa logistik di Indonesia mencapai 14% sampai 15% setiap tahunnya. Adapun salah satu perusahaan jasa kurir terkuat dan terpercaya di Indonesia adalah JNE.

Vice President Marketing JNE Eri Palgunadi menuturkan, pesatnya pertumbuhan e-commerce mendorong peningkatan kebutuhan akan distribusi barang di masyarakat. Kondisi ini membuat JNE terus berinovasi dengan berbagai produk layanan, terutama untuk meng-cover pasar milenial.

"Sekarang fokus JNE adalah pengembangan di bidang teknologi informasi dan komunikasi (IT), serta infrastruktur atau jaringan seperti Gateway, Gedung Operasional dan titik layanan (outlet)," ujar Eri kepada Ayobandung.com.

Inovasi yang dilakukan JNE termasuk memaksimalkan kolaborasi dengan para pengembang Fintech dan Online Platform demi kemajuan e-commerce dalam negeri. Berbagai pengembangan yang telah JNE lakukan, seperti e-fulfillment logistics untuk para pelaku UKM, industri kreatif, dan industri lainnya.

Di sisi lain, untuk sarana informasi, JNE terus berupaya mengembangkan situs web dan media sosial. Sementara itu, untuk fasilitas pembayaran cashless atau digital payment, JNE telah bekerja sama dengan GoPay, OVO, dan DANA.

Menurut Eri, JNE memiliki beberapa produk unggulan, yakni Layanan Express yang terdiri atas paket JNE YES, Reguler, Oke, SS, dan Diplomat. Selain itu, layanan unggulan JNE lainnya adalah Trucking, International Service, dan E-Fulfilment Logistic.

Ia mengakui, pesatnya pertumbuhan jasa kurir membuat persaingan di industri logistik semakin ketat. JNE sendiri berusaha bertahan dan jadi yang terdepan dengan mengusung tagline Connecting Happiness.

"Kami semakin gencar mewujudkan tagline Connecting Happiness, bukan hanya terhadap pelanggan tapi juga masyarakat luas melalui berbagai program, seperti CSR, kegiatan untuk meningkatkan daya saing UKM, dan sebagainya," papar Eri.

Hal ini dilakukan karena JNE percaya jika semua yang ada dalam ekosistem tumbuh dengan baik, maka JNE pun akan turut berkembang.

Guna meningkatkan kapabilitas perusahaan, JNE bakal membangun Mega Hub yang akan didirikan di Kedaung Wetan, Neglasari, Tangerang, Banten.

"Lokasi ini sangat strategis karena sangat dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sehingga diharapkan dapat mempercepat mobilitas paket kiriman," papar Eri.

Ia berharap, melalui berbagai inovasi yang telah ada, JNE mampu berkontribusi besar bagi perkembangan ekonomi digital dalam negeri. Sehingga keberadaan JNE dapat membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

AYO BACA : Di Kelurahan Nyengseret , Warga Bisa Belanja Pakai Sampah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar