Yamaha NMax

Selain di Leuser Barat, Populasi Badak Sumatra Memprihatinkan

  Sabtu, 21 September 2019   M. Naufal Hafizh
Badak Sumatra. (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Populasi badak Sumatra semakin terancam. Ahli badak dari Institut Pertanian Bogor, Muhammad Agil, mengatakan, populasi satwa bernama latin Dicerorhinus Sumatrensis itu masih terjaga dengan baik, namun hanya di kawasan Leuser Barat, Provinsi Aceh.

"Selain di Leuser Barat, semua kondisi populasi badak di Indonesia memprihatinkan," kata dia dalam diskusi publik dengan tema Selamatkan, Lindungi, Tingkatkan Populasi Badak Indonesia di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Berdasarkan data yang dihimpun Agil bersama sejumlah pegiat lingkungan, khususnya penanganan badak, satwa tersebut terpantau kurang dari 70 ekor. Populasi badak Sumatra yang tersisa tersebar di Kalimantan dan Sumatra.

AYO BACA : Badak Jawa Manggala Mati di Taman Nasional Ujungkulon

Oleh karena itu, Agil menyerukan agar pemerintah bersama instansi terkait segera melahirkan anak-anak badak baru melalui program darurat konservasi badak Sumatra. Penyelamatan tersebut harus dilakukan karena populasinya sudah tidak variabel serta tidak memungkin hidup sendiri di alam liar.

Menurut Agil, daerah sebaran badak Sumatra ialah Aceh, Kalimantan, dan Lampung. Ia menyatakan, semua badak Sumatra yang tersisa perlu diselamatkan dari alam liar untuk proses pengembangbiakan.

"Khusus populasi badak Sumatra yang masih tersisa, yaitu di Leuser Aceh, Way Kambas, dan Bukit Barisan Selatan, Lampung Barat akan di-rescue," katanya.

AYO BACA : Bikin Sedih, Populasi Badak Sumatera Tinggal 24 Ekor

Saat ini, populasi badak Sumatra di Bukit Barisan Selatan hanya tersisa sekitar tiga hingga lima ekor. Padahal, pada 1998 populasinya mencapai 60 hingga 80 ekor. Di Leuser Timur terdapat lima hingga enam ekor.

"Sementara untuk Leuser Barat jumlahnya masih cukup banyak, yaitu 20 ekor, dan harus diproteksi," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan International Union for Conservation of Nature (IUCN) Species Survival Commission (SSC) Anwar Purwoto mengatakan, populasi badak di Indonesia saat ini sudah berada dalam daftar satwa yang sangat kritis dan terancam punah. Status tersebut sudah dikeluarkan oleh IUCN sejak awal 2000-an.

"Jumlah badak sejak saat itu terus menurun drastis," kata dia.

Menurut Anwar, sebelum IUCN mengeluarkan status terancam punah pada badak Sumatra, jumlah populasi ini mencapai 400 ekor pada 1998. Keseluruhannya merupakan badak Sumatra yang tersebar di Sumatra dan Kalimantan.

AYO BACA : Ridwan Kamil Puji Potensi Curug Badak dan Curug Hanoman di Tasik

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar