Yamaha NMax

TWA Gunung Tangkuban Parahu Ditutup, Begini Nasib Pedagang

  Jumat, 20 September 2019   Republika.co.id
Ilustrasi—Petugas membersihkan fasilitas di sekitar kawasan Kawah Ratu, Gunung Tangkuban Perahu, Subang, Sabtu (27/7/2019). Sekitar 100 petugas dikerahkan guna membersihkan fasilitas kawasan wisata tersebut dari abu vulkanik pascaerupsi Jumat (26/7/2019). (Kavin Faza/ayobandung.com)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM—Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu hampir dua bulan ditutup. Sejak itu, TWA tersebut tidak bisa dikunjungi akibat erupsi yang terjadi sejak Jumat (26/7/2019).

Kondisi tersebut membuat pedagang yang biasa berjualan di puncak kawah tidak bisa berdagang dan tidak memperoleh penghasilan.

Kepala Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Jajang Ruhiat mengungkapkan, penghasilan pedagang menurun drastis akibat tidak bisa berjualan di Gunung Tangkuban Parahu. Hal itu membuat beberapa pedagang memilih pindah berjualan ke Orchid Forest, Grafika, dan lain-lain.

AYO BACA : Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Perahu Belum Ada Penurunan

"Sebagian yang memilih tidak berjualan terpaksa jual motor, televisi dan surat tanah digadaikan untuk menyambung hidup," ujarnya, Jumat (20/9/2019). Jajang mengimbau kepada para pedagang untuk bersabar dan menunggu Tangkuban Parahu kembali normal.

Untuk menghilangkan rasa jenuh, ia mendorong agar para pedagang diberi materi pelatihan tentang kebencanaan dan bantuan fasilitas lainnya. "Tremor Tangkuban Parahu terus menurun, masyarakat tetap tenang dan tunggu instruksi," katanya.

Demi meringankan beban pedagang, pihaknya mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk memberikan bantuan.

AYO BACA : Status Tangkuban Parahu Tidak Akan Diturunkan dalam Waktu Dekat

"Kami sudah rapat dengan bupati untuk memberikan bantuan alakadarnya bagi pedagang yang tidak bisa berjualan," katanya.

Dirinya mengatakan, Bupati Bandung Barat merespons usulan tersebut dan mengaku siap membagikan sembako bagi 1.500 pedagang asal Cikole.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan kepada para pedagang yang memiliki kartu atau lisensi pedagang di Tangkuban Parahu.

Jajang menambahkan, pada erupsi 2013, ribuan pedagan diberikan bantuan berupa sembako dari Pemda dan uang Rp150.000 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Dengan kondisi erupsi yang panjang saat ini maka harus mendapatkan bantuan para pedagang.

AYO BACA : Belerang Tangkuban Parahu Turun ke Cekungan Bandung

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar