Yamaha NMax

Pelaku dan Perekam Video Syur adalah Oknum Guru Honorer

  Jumat, 20 September 2019   Faqih Rohman Syafei
Wadir Krimsus Polda Jabar, AKBP Hari Brata di Mapolda Jabar, Jumat (20/9/2019). (Faqih Rohman Syafei/ayobandung.com)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COMĀ -- Dit Reskrimsus Polda Jawa BaratĀ (Jabar) mengamankan perekam dan pemeran dalam video syur wanita berseragam PNS yang viral di media sosial. Keduanya yang berinisial RIA dan RJ diketahui merupakan oknum guru honorer SMK di Purwakarta.

"Kamis (19/9/2019) sekitar pukul 20.19 WIB, RJ diamankan dari Jalan Veteran Purwakarta, sedangkan RIA di Komplek Kota Permata Purwakarta," ujar Wadir Krimsus Polda Jabar, AKBP Hari Brata di Mapolda Jabar, Jumat (20/9/2019).

AYO BACA : Pelaku Mengaku Rekam Video Syur di Halaman Minimarket

Dia mengatakan, RIA adalah guru honorer mata pelajaran mesin otomotif. Sedangkan RJ guru honorer mata pelajaran Bahasa Inggris. Keduanya diketahui sudah menjalin hubungan perselingkuhan selama satu tahun.

"Mereka sudah memiliki pasangan masing-masing atau sudah menikah, mereka menjalin hubungan gelap ini sekitar satu tahun," katanya.

AYO BACA : Polisi Tetapkan Pria dalam Video Syur Berseragam PNS sebagai Tersangka

Dia menjelaskan video tersebut direkam RIA tanpa sepengetahuan RJ dalam sebuah mobil di halaman parkir supermarket di Purwakarta. Video dibuat dengan tujuan untuk kenang-kenangan hubungannya dengan RJ.

Hari mengungkapkan, video syur tersebut sengaja disebar oleh RIA didasari rasa sakit hati, karena hubungannya dengan RJ kandas. Sebanyak dua video disebar RIA ke forum group Facebook.

"Alasannya bahwa RIA tidak rela ditinggalkan dan mengakhiri hubungan dengan RJ, sehingga memotivasinya untuk mengunggah video ke grup tersebut," terangnya.

Karena perbuatannya RIA ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus video syur tersebut. Tersangka dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) UU R1 No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Ancaman hukuman penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp2 miliar," ungkapnya.

AYO BACA : Wanita yang Berfoto Syur Tak Terdeteksi di Sistem Database PNS Jabar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar